MISTAKE PART 7
"Sepertinya aku mengenal namja itu, iya itu siwon,
siapa yeoja itu?" Ucap hyo
Ketika Hyo melihat siwon dengan yeoja lain, dia berpikiran untuk lekas
pergi dari tempat itu
"Lee.." Sapa seseorang yg sontak membuat Hyo membalikkan
badannya, ya itu siwon, dia memanggil Hyo
"Lee.. Kemarilah" ucap siwon
"u-u-untuk apa?" Jawab hyo gugup
"aku ingin memperkenalkan seseorang padamu" ucap siwon
lalu mengandeng yeoja yg ada disebelahnya itu "perkenalkan ini
Jessica, pacarku" ucap siwon
"Annyeong haseo Unnie, Naneun Jessica jung imnida" ucap yeoja
itu dgn sopan sambil menyodorkan tangan kanannya
"Mwo? Unnie? Aku seumuran dgn siwon" jawab Hyo
"Ne unnie, aku baru 16 thn sdngkan siwon oppa 17 thn, itu berarti
aku harus memanggilmu Unnie" jawab Jessica
"Oh, ne naneun Lee Hyo Ae imnida" jawab hyo sambil membalas
jabatan tangan jessica
"ternyata yeoja ini sangat cantik, pantas saja siwon tidak bisa
melupakan yeoja ini, andaikan aku menjadi yeoja ini pasti hidupku tidak begini
skrng, terpuruk karna memikirkan Siwon yg jelas jelas tidak menyukaiku sama
sekali" ucap Hyo dalam hati yang membuat air matanya jatuh seketika
"Lee.. Lee kau kenapa?" Tanya siwon panik, yang membuat lamunan
Hyo buyar seketika
"Ah.. Aniyo, ini hanya ada yg masuk kedalam mataku" jawab hyo
sambil menghapus air matanya
"Mana sini biar aku lihat" Tanya siwon sambil mendekatkan
tangannya ke muka Hyo
"Aniyo tidak usah, sudah tidak apa apa ko" Ucap hyo sambil
menghindar dari siwon
"Yasudah ya aku pulang dulu, ohya Chukkae siwon-ssi kau sudah bisa
kembali ke pelukan Jessica, aku turut bahagia, Jessica, apakah kau bisa
mengabulkan permintaanku?" Tanya hyo pada sica
"Ne unnie, pasti akan aku turuti" jawab Jessica sambil
tersenyum lembut
"Tolong jaga siwon, jangan sakiti dia lagi, dia sangat mencintaimu,
kau tidak boleh meninggalkannya lagi, dia namja yang baik, sopan dan pintar,
kau beruntung bisa mendapatkannya, sekali lagi tolong jangan pernah menyakiti
Siwon, Annyeong" Ucap Hyo sambil berlari menjauh dari Jessica dan Siwon
"Oppa apa yg terjadi pada unnie Hyo? Mengapa dia menangis
terus?" Tanya jessica pada siwon
"Aniyo changiya, aku juga binggung, aish yasudahlah jgn
memikirkannya, ayo kita jalan lagi" ajak siwon, dan merekapun berjalan
bersama.
Hyo P.O.V
Aku terus berlari menjauh dari dua orng itu, mereka yg telah membuatku
begini, demi apapun ini lebih sakit daripada siwon menolak cintaku, ini sungguh
perih
"Mengapa
dulu aku bisa mencintainya? Mengapa dulu aku bisa begitu mencintainya? Mengapa
perasaan ini sulit sekali hilang? Mengapa ini terjadi padaku Tuhan, mengapa kau
memberiku ini disaat aku mulai jatuh cinta? Mengapa sulit sekali melupakannya?’ Kata kata
itu terus mengiang dipikiranku, aku juga tidak tau mengapa aku bisa seperti
ini, mencintai namja yg sama sekali tidak memandangku ada! Aku benci perasaan
ini!! Apakah didunia ini tidak ada yang mencintaiku dengan tulus?
Aku terus berlari menuju rumahku, entah kenapa hanya rumahkulah satu
satunya tempat yg bisa membuang semua air mataku
Sesampainya dirumah aku berlari menuju kamarku…
Hyo P.O.V End
Author P.O.V
“Appa, apa yg kau lakukan dikamarku?" Ucap Hyo kaget yg melihat
Appanya sudah memegang semua kertas dan foto ditangannya
"Hyo! Kau kenapa? Mengapa kau tidak pernah cerita pada Appa? Kau
tidak boleh memendam semua rasa sakit hatimu sendirian, ceritalah pada
Appa" ucap Appa hyo dan langsung memeluk anak satu satunya itu
"Appa, ini sangat sakit, aku baru sekali ini merasakan perasaan yg
sesakit ini, aku benci perasaan ini" teriak hyo sembari menangis dipelukan
ayahnya
"Changiya, sudahlah tenangkan dirimu, appa mengerti apa yg kau
rasakan, jgn terlalu dipikirkan changiya, Appa tidak mau terjadi apa apa
padamu, sudahlah lupakan saja namja itu" ucap appa hyo sambil terus
menenangkan anaknya itu
"Appa, kau melihat semua yg ada dikertas dan foto ini?" Tanya
hyo yg langsung melepas pelukan ayahnya
"Ne, appa sudah melihat semuanya, appa khawatir setelah membaca
kertas kertas itu, kau sepertinya sudah tidak punya semangat hidup lagi,
changiya ayolah mengapa kau seperti ini? Kembalilah seperti dulu, appa tidak
ingin melihat kau terus terusan menangis" Jawab appa hyo sambil menangis
"Appa mianhae, appa aku ingin pergi dari tempat ini, aku ingin jauh
dari sini, aku ingin melupakan namja itu, aku ingin menenangkan diriku
appa" pinta Hyo
"Kau sungguh ingin pergi dari sini? Kalau memang itu maumu pergilah
ke tempat bibimu di kota Gangnam, disana kau bisa menenangkan dirimu"
jawab appanya
"Appa aku tidak ingin meninggalkan appa sendirian disini, lebih baik
appa ikut dgnku" ajak hyo
"Aniyo, appa tidak apa apa disini sendiri, lagipula bagaimana nanti
dgn pekerjaan appa disini?" Jawab appanya
"Yasudah kalau begitu, besok aku akan kerumah bibi, aku akan bersiap
siap hari ini, dan appa bisakah kau menelepon bibi?" Pinta Hyo
"Ne, nanti appa akan menelepon bibimu, yasudah kau istirahat ya
changiya, appa kebawah dulu" ucap appanya lalu menutup pintu kamar Hyo,
hyo hanya membalasnya dgn senyuman yg dipaksakan
Keesokan harinya..
Hari ini Hyo pergi menuju stasiun kereta, ia akan pergi ke kota gangnam
tempat bibinya tinggal, Hyo berniat menaiki taksi terlebih dahulu agar lebih
cepat, 15 menit berlalu, hyo turun dari taksi itu, sebenarnya belum tepat
sampai di stasiun kereta, dia sengaja turun didekat supermarket untuk membeli
sedikit cemilan agar tidak bosan didalam kereta nanti, setelah membeli cemilan
dia kembali berjalan menuju stasiun kereta, saat dia akan menyebrang jalan, dia
tidak melihat ada mobil yang berlalu lalang, entah apa yg ada dipikiran Hyo,
pikirannya kosong, hingga saat ditengah jalanan sebuah mobil melaju dengan
kencang hingga
‘BRUUUUUKKKK!!’ -----
-TO BE CONTINUE-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar