Cinta Tapi Beda
----Hanya karena berbeda cara memuja Tuhan, apakah kita tidak boleh
saling mencintai?----
Aku berjalan menelusuri taman ini,
taman yang begitu indah dihiasi dengan bunga-bunga cantik berwarna warni.
Perkenalkan namaku Raisa, aku berasal dari Indonesia tapi saat ini aku menetap
di Seoul, Korea Selatan bersama ibuku karna orangtuaku memilih untuk bercerai,
aku tidak tau kenapa mereka bercerai aish
sudahlah aku tidak mau mengingat ini.
Saat ini aku bekerja sebagai PNS
disalah satu kantor dapertemen pariwisata, kalian tahu? Pekerjaan ini sangat
tidak cocok untukku, aku wanita yang tidak suka berpergian tapi karna pekerjaan
ini aku dituntut harus selalu memantau berbagai tempat pariwisata di Korea
Selatan, ini semua karna Ayahku yang memaksaku masuk kuliah dan beliau sendiri
yang memilih jurusan pariwisata untukku, sungguh menyebalkan.
Tapi, apakah kalian tahu? Karna
pekerjaan ini aku mendapat seorang namjachingu yang pasti sebagian dari kalian
tahu, dia member dari salah satu boygroup yang menjadi King of Kpop sekarang
ini, siapalagi kalau bukan Super Junior. Ya namjachinguku
adalah Choi Siwon, pria yang aku idamkan, pria yang sungguh baik, tampan dan
menghargai perempuan, dia menjadi pacarku sekaligus Ayah untukku, karna umur
kami berbeda 4 tahun pastilah dia jauh lebih dewasa dibanding aku, aku sungguh
beruntung bisa bertemu dengannya walau kami berbeda.
Aku memetik satu bunga berwarna
merah muda- sungguh cantik, lalu aku duduk dibangku taman dan menyelipkan bunga
itu ditelingaku, apakah aku sudah terlihat cantik? Haha. Tiba-tiba mataku
gelap, ada tangan yang menutup mataku, siapa ini? Aku memegang tangan yang
menutupi mataku, ahhh aku mengenali tangan hangat ini, ini Siwon, namjachinguku, aku yakin itu, akupun
menarik tangan itu agar membuka mataku lalu aku membalikkan tubuhku, hmmm benar
saja, dia Siwon, dia tersenyum padaku, sudut bibirnya membentuk sebuah bulatan
kecil dipipinya, lesung pipi itu sungguh membuat wajahnya semakin tampan.
“Oppa, apa yang
kau lakukan disini?” Tanyaku sambil bangit dari dudukku
“Apakah aku tidak boleh menemui yeojachinguku sendiri?” Jawabnya sambil mengelus kepalaku
Aku tersenyum mendengar ucapannya
“Aku merindukanmu” Lanjutnya
“Nado oppa, aku
sangat merindukanmu” Kataku sambil memeluk tubuhnya, hangat, sungguh hangat
Ya, kami tidak bertemu kurang lebih
3 minggu, karna dia sibuk menyiapkan Tour Konsernya bersama Super Junior, tentu
aja ini kesempatan yang sangat aku tunggu untuk bertemu dengannya. Ini yang aku
rindukan darinya, hangat tubuhnya, aku sangat merindukan ini.
“Oppa, aku hampir mati karna merindukanmu” Ungkapku sambil
menahan tangisku
“Mianhae aku
terlalu sibuk hingga tidak menghiraukanmu, mianhae
Raisa” Katanya sambil mempererat pelukannya
Sungguh, aku tidak bisa menahan air
mataku keluar, aku sangat bahagia akhirnya bisa bertemu dan memeluknya, aku
sangat mencintainya.
“Changiya,
sudahlah jangan menangis” Dia melepas pelukannya dan menghapus air mata yang
mengalir di pipiku
“Aku menangis bahagia, aku bahagia akhirnya aku bisa bertemu
dengamu” Kataku sambil tersenyum
Dia tersenyum mendengar ucapanku “Bagaimana kalau kita
merayakan ini?”
“Mwo? Bagaimana
dengan scedulmu oppa?” Tanyaku khawatir
“Aku mendapat liburan 3 hari, hmm.. walaupun sebentar tapi
bisakah kita menghabiskannya bersama?” Tanyanya dengan penuh harap
“Hmm… bagaimana ya, aku pikir aku sibuk” Jawabku berpura
pura berfikir
“Kau sibuk apa? Kau sibuk bertapa dirumah? Haha” Tawanya
mengejekku
“Aisshh.. jangan
kau pikir aku ini tidak ada pekerjaan, memangnya kau saja yang sibuk, akupun
tak kalah sibuknya denganmu” Kataku tak mau kalah
“Ya! awas saja kalau kau berani menolak” Matanya menatapku
serius
“Aku tidak takut pada ancamanmu itu” Kataku sambil
menjulurkan lidah
“Baiklah, kau terima ini” Dia menggelitiku, dia tahu kalau
kelemahanku itu digelitiki, dasar menyebalkan
“haha oppa berhenti, haha oppa geli, baiklah baiklah, kita
habiskan waktu bersama, tapi hentikan ini” Teriakku mulai kesal
“Haha hanya dengan trik ini kau akan luluh” Tawanya puas
“Oppa, bisakah kau
berhenti menggelitikiku? Kau tahu, aku pernah baca disalah satu blog, katanya
kalau kita terus menerus digelitiki akan ada pembengkakan di ginjal, apa kau
tidak takut aku meninggal?” Kataku serius, tapi sebenarnya pernyataan ini hanya
karanganku haha
“Kau bercanda, mana ada orang yang sakit ginjal karna
digelitiki, dasar phabo, oh ya dan
jangan sekali kali menyebut kata meninggal dihadapanku lagi, arraso?”
“Mianhae, memangya
kenapa oppa?” Tanyaku penasaran
“Aku tidak mau kehilangan orang yang aku sayangi, aku tidak
mau kehilanganmu” Ungkapnya sambil menatapku intens, wajahnya mulai mendekt
kepadaku, aku rasa ia akan menciumku
“Oppa” Cegahku sambil
menjauhkan wajahku
“Waeyo?” Tanyanya
heran
“Dalam agamaku seorang pria dan wanita tidak boleh
bersentuhan sebelum sah menjadi suami istri, mungkin dalam agamamu tidak ada
larangan seperti itu tapi, tolong hormati aku, bertoleransilah, inipun demi kebaikan
kita nanti” Jelasku panjang lebar
Dia hanya terdiam, lalu duduk
dibangku taman, ia tak berbicara apapun, apa mungkin dia marah? Dia duduk
sambil menundukkan kepalanya, ada apa ini?
“Oppa, mianhae”
ucapku pelan sambil memegang punggungnya
“Gwaenchana”
Jawabnya sambil mendongkakkan kepalanya
“Duduklah” Lanjutnya menyuruh
Akupun duduk bersebelahan
dengannya, tak ada yang berbicara, tapi tiba-tiba Siwon menggenggam tanganku
erat
“Oppa, waeyo”
Tanyaku kebingungan
“Kita berbeda” Ucapnya pelan
“Lalu?” Balasku pura-pura bodoh
“Aku takut kita tidak bisa bersama selamanya” Ucapnya
menatapku, matanya berkaca-kaca
“Jangan memikirkan itu, kita akan bersama selamanya, percaya
padaku, walaupun kita berbeda tapi cinta kita sama, sama-sama tulus, Tuhan juga
tahu apa yang kita rasakan” Kataku mempererat genggaman kami
“Aku sungguh menyayangimu, tapi mengapa Tuhan jahat padaku,
Dia menjadikan kita berbeda, hubungan ini sudah berjalan 4 tahun, tapi mengapa
aku belum juga mendapat solusi untuk hubungan kita ini? Aku tidak mau
melepaskanmu” Ungkapnya meneteskan air mata
“Oppa” Ucapku
lirih sambil memeluknya
“Sudahlah, aku tidak apa-apa” Katanya sambil melepas
pelukanku
“Sudah waktunya kau Sholat, lihat jam tanganmu” Suruhnya
sambil menunjuk jam yang melingkar di tangan kananku
12.15 KST
“Astagfirulloh, untung kau mengingatkanku” teriakku saat
melihat jam
“Kajja, akan ku
antar kau ke Masjid” Ajaknya
Aku menurut padanya, dia sungguh namja terbaik yang pernah aku kenal, dia
selalu mengingatkanku untuk beribadah kepada Allah, padahal aku sendiri
terkadang lupa.
Akhirnya kami sampai di sebuah
Masjid yang lumayan besar, aku keluar dari mobil Siwon, aku kira Siwon tidak
akan keluar dari mobilnya, tapi ternyata dia mengikutiku.
“Oppa, aku mau
Sholat dulu, kau bisa tunggu dimobil” Kataku menyuruh
“Aniyo, aku ingin
melihat kau beribadah kepada Tuhanmu” Katanya sambil tersenyum
“Oppa, Tuhan hanya
satu, hanya cara memujanya saja yang berbeda” Tuturku padanya
“Arraso, cepat
sana kau masuk” Suruhnya sambil mendorongku masuk dalam Masjid
Akupun masuk dan mulai berwudhu,
selesai berwudhu aku mulai Sholat, setelah selesai Sholat akupun berdoa kepada
Allah agar semua yang aku inginkan terkabul
“Ya Allah berilah jalan terbaik untuk hubunganku dengan
Siwon, sungguh aku sangat mencintainya, aku tidak mau melepaskannya hanya karna
kami berbeda, bila dia bukan jodoh yang baik untukku jauhkanlah dia, tapi kalau
dia memang jodoh yang pantas untukku dekatkan kami selalu, aku sangat
mencintainya. Amin”
Akupun
keluar dari Masjid, aku mencari cari Siwon oppa,
aku kira dia menungguku di beranda Masjid tapi ternyata tidak, dia menunggu di
bawah pohon sambil menatap kosong ke arah depan.
“Oppa” Panggilku
“Ah ne, kau sudah
selesai?” Tanyanya
“Sudah, apakah lama?” Aku berbalik tanya
“Aniyo” Katanya
singkat
“Kajja” Ajaknya
sambil menarik tanganku
Akupun menurutinya, dia membukakan pintu mobil agar aku bisa
langsung masuk ke dalam, hmmm sungguh baik sekali namja ini. Ia pun mulai menjalankan mobilnya
“Kita mau kemana oppa?”
Tanyaku
“Kalau tadi aku sudah mengantarmu ke Masjid, apakah kau mau
mengantarku ke Gereja?” Tanyanya berhati-hati
“Tentu saja” Jawabku bersemangat
Dia terseyum mendengar ucapanku
Tak
lama kamipun sampai disebuah Gereja, aku menatap miris Gereja itu
“Tempat kami berbeda” ucap batinku
“Raisa, kenapa kau melamun? Kajja keluar” Katanya membuyarkan lamunanku
“Ah ne ne” Balasku
sambil keluar dari mobil
Siwon
menggengam tanganku, dia mengajakku masuk kedalam Gereja, aku mncoba menolak
tapi Siwon tetap memaksaku, apa boleh buat aku turuti saja maunya.
Dia
berdoa sambil terus menggengam tanganku, apakah dibolehkan beribadah seperti
ini? Ucap batinku tak karuan, dia pun mulai bersuara
“Tuhan, kenalkan ini yeoja
yang sangat aku cintai, yang sering hadir dalam doa-doaku, aku harap dia bisa
menjadi yang terakhir di hidupku, Tuhan, berilah jalan untuk kami, aku sungguh
mencintainya, aku tak tau harus berbuat apa, aku tidak mau melepaskannya begitu
saja, kami sudah 4 tahun menjalin hubungan ini, tapi baru kali ini aku binggung
karna perbedaan kami ini, tolong satukan kami. Amien” ucapnya dengan khusyuk,
lalu menggerakkan tangannya dari kelapa sampai hati membuntuk salip.
Aku menahan air mataku, aku tidak
kuat melihat pemandangan ini, ini terlalu sakit untuk di lihat, cara kami
memuja-Mu sangat berbeda, tapi cinta kami sama, kami sama-sama mencintai, kami
tidak ingin berpisah, mengapa harus ada perbedaan disaat tujuan kami sama?
Kenapa?
“Raisa, gwaenchana?”
Tanyanya khawatir
“Ne, ne gwaenchana,
aku hanya terharu melihatmu berdoa” Jawabku sambil menghapus air mataku
“Pasti karna caranya yang berbeda ya? Kau berdoa dengan
keadaan suci dan diakhiri dengan tanganmu dibasuh ke wajahmu sedangkan aku
membentuk salip di badanku? Itu yang membuatmu meneteskan air mata?” Tanyanya
sangat detail
“Aniyo oppa,
sudahlah, kajja keluar, aku tidak
enak berada disini berlama lama” Ajakku
“Arraso, kajja”
Ajaknya
-----Aku tidak tau mengapa sampai sejauh ini kita melangkah, namun
tidak tau arah dan tujuan. Jujur masih tersirat dibenakku kegelisahan karna
perbedaan-----
Keesokkan
Harinya..
Aku menunggu
Siwon dirumah untuk menjemputku, ia bilang dia akan menperkenalkanku dengan
seseorang, aku takut Siwon akan memperkenalkanku pada orangtuanya, sungguh aku
takut…
‘Tok…tok…’ Suara ketukan pintu terdengar jelas ditelingaku, itu pasti
Siwon, akupun berlari untuk membukakan pintu
“Annyeong Haseo” Sapanya
sopan
“Annyeong Haseo tuan
Choi, ada keperluan apa anda kesini?” Kataku sedikit jail
“Aku ingin menjemput tuan putri Raisa” Balasnya tak kalah jail
“Hahaha oppa” Tawaku sambil mencubit tangan Siwon
“Waeyo? Apa aku salah?
Haha” Tanyanya disambut tawanya
“Apa kau sudah siap?” Lanjutnya
“Sudah, apakah aku terlihat cantik oppa?” Tanyaku sambil
memerhatikan tubuhku sendiri
“Kau sudah sangat cantik, bahkan lebih dari cantik” Jawabnya merayuku
“Dasar kau, sudahlah kajja kita pergi”Ajakku sambil menutup pintu
“Tunggu dulu, mana Eomma
mu?” Tanya Siwon pelan
“Ada didalam, mau aku panggilkan?” Tawarku
“Boleh, aku ingin berpamitan” Jawabnya
“Eomma, Siwon ingin
bertemu” Kataku sambil masuk ke dalam rumah
“Ne, tunggu sebentar”
Balas Eomma
Tak lama akupun keluar bersama Eomma, Eommaku memakai jilbab, ia
sengaja menutupi auratnya, Eommaku
dulu sama denganku dan Siwon, Ia berbeda agama dengan Ayahku, dan akhirnya
Eomma pindah agama menjadi Islam karna cintanya pada Ayahku, tapi pada akhirnya
mereka berpisah, Eomma tetap memegang agama Islam, karna kata Eomma agama Islam lebih bertujuan ke
akhirat bukan hanya di alam dunia saja.
“Eomma, aku ingin
meminjam Raisa” Ucap Siwon sopan
“Silahkan saja, asalkan kau menjaga putriku yang cantik ini” Balas
Eomma sambil menyentil hidungku
“Raisa akan lebih cantik apabila sama seperti Eomma” Kata Siwon sambil tersenyum
“Maksudmu?” Tanya Eomma
kebinggungan, akupun dibuat binggung oleh perkataannya
“Maksudku, itu yang Eomma
pakai” Jawab Siwon menjelaskan
“Ah, ini namanya Jilbab”
Eomma menjelaskan
“Iya maksudku itu Eomma hehe”
Balasnya sambil tertawa kecil
“Raisa, kau jawab sendiri pertanyaan pacarmu ya, Eomma masuk dulu, kalian hati hati
dijalan” Ucap Eomma
“Ne Eomma” Balasku
sambil mencium tangan Eomma, Siwon
pun mengikutiku mencium tangan Eomma
“Assalamualaikum” ucapku memberi salam, Siwon hanya menatapku
binggung
“Waalaikumsalam” Balas Eomma
Kamipun pergi
memakai mobil Siwon..
“Tadi, apa yang kau katakan?” Tanya Siwon
“Ohh, itu sebuah ‘salam’, kalau misalkan orang lain bicara selamat
pagi, selamat siang atau selamat malam, tapi kami menyebutnya dengan
Assalamualaikum dan membalasnya dengan Waalaikumsalam” Ucapku panjang lebar
“Arraso, sepertinya aku
mulai mengerti tentang agamamu” Ungkapnya
“Alhamdulillah, syukurlah oppa”
Balasku sambil tersenyum
“Aku akan dikenalkan pada siapa oppa?” lanjutku bertanya
“Orangtuaku, kau siap kan?” Tanyanya berbalik
“Terserahmulah oppa, aku
mengikuti apa maumu saja” Jawabku pasrah
Sesampainya
dirumah Siwon..
“Itu Eomma dan Appa sudah menunggumu di ruang tamu,
kajja” Ajak Siwon
Jujur saja aku sangat gugup saat ini,
aku takut orangtua Siwon tidak menyukaiku, apalagi kalau mereka tau kami ini
berbeda keyakinan
“Eomma, Appa” Sapa Siwon
“Akhirnya kau datang, Eomma
dan Appa sudah lama menunggu, ah ini yeoja yang ingin kau kenalkan pada
kami?” Tanya Eomma Siwon sambil
menela’ah wajahku sampai kakiku
“Ann…Annyeong Haseo,
Ahjumma, Ah…jussi” Sapaku gugup
“haha kau lucu sekali, kau tidak usah gugup, sini duduk bersama
kami” Suruh Eomma Siwon, Akupun
menuruti perkataan Eomma
“Kau cantik sekali, siapa namamu?” Tanya Eomma Siwon
“Raisa, ahjumma” Jawabku
sambil tersenyum
“Apa pekerjaanmu Raisa?” Tanya Appa Siwon
“Aku bekerja sebagai PNS,
disalah satu dapartemen pariwisata” Jawabku
“Berapa umurmu Raisa?” Tanya Eomma Siwon lagi
“Umurku 21 tahun, ahjumma”
Jawabku
“Berarti berbeda 4 tahun ya dengan Siwon” Ungkap Appa Siwon
“Ne ahjussi” Jawabku
“Apa agamamu?” Tanya Eomma
Siwon
DEG, aku terdiam,
aku tak menjawab pertanyaan dari Eomma
Siwon, aku memandang Siwon dengan cemas, Siwon hanya tersenyum menandakan
‘jawab saja’, akupun menjawab dengan hati hati
“Agama saya Islam” Jawabku sambil tersenyum
“Islam?” Eomma Siwon
mengulang jawabanku
Perasaanku
sungguh takut, aku takut Eomma Siwon
akan marah padaku atau pada Siwon, tapi Siwon oppa mencoba menenangkanku,
tangannya memegang erat tanganku yang mulai mendingin.
“Siwon” Bentak Appa
Siwon
“Mianhae Ahjussi, mianhae,
ini salah saya, mianhae” Ucapku menyalahkan
diriku sendiri
“Appa, aku mencintainya,
ini hanya maslaah keyakinan, kami memang berbeda, tapi cinta kami sama, kami
sama sama mencintai dengan tulus, tolong Appa
mengerti tentang ini” Ungap Siwon
“Appa tidak peduli,
kalian akhiri saja hubungan kalian, percuma kalian meneruskannya tanpa tau
tujuan untuk kedepan apa, carilah orang yang sama dengan keyakinan kalian
jangan memaksakan takdir yang tidak bertujuan pada kalian!” Bentak Appa Siwon
“Siwon, bisakah kau membawa Raisa keluar dulu? Eomma ingin bicara dengan Appamu” Pinta Eomma
“Baik Eomma, kami
permisi” Pamit Siwon
---Jika
memang perbedaan menjadi alasan kita untuk menghentikan langkah, haruskan kita
berpisah?---
Sekarang kami
berada ditaman, kami duduk diantara hamparan rumput, mengingat kejadian dirumah
Siwon tadi membuatku ingin menangis, tidak seharusnya tadi aku datang
kerumahnya, aku sungguh sangat bersalah pada Siwon.
“Oppa, mianhae” Ucapku
lirih
“Gwaenchana changiya,
ini bukan salahmu” Balasnya sambil mengelus kepalaku
“Oppa, apa yang
disebutkan oleh Appamu benar juga,
haruskah kita berpisah oppa?” Tanyaku
sambil menahan air mataku
“Ani! Aniyo, aku tidak
mau berpisah denganmu, apapun itu alasannya aku tidak mau berpisah denganmu!” Bentak
Siwon
“Tapi oppa, kita tidak
bisa dipersatukan, kita berbeda, ini bukan hal sepele, aku tidak bisa terus
seperti ini, aku lelah oppa, aku
lelah harus mendengar kata berbeda” Tangisku pecah seketika
“Tapi kita tidak boleh menyerah begitu saja, kita harus berjuang
bersama sama sampai akhir” Kata Siwon oppa
sambil menggenggam tanganku
“Sudahlah oppa, aku
tidak bisa terus seperti ini, maafkan aku, aku harus pergi dan lupakanlah aku,
semoga kau dapatkan yeoja yang sama
denganmu” Ucapku sambil berdiri dari dudukku
“Apa yang kau katakan? Sampai kapanpun aku tidak mau berpisah
denganmu” Ucap Siwon getir
“Maafkan aku oppa,
sampai jumpa” Kataku sambil berlari menjauh dari hadapan Siwon oppa
“Raisa! Raisa! Raisa!” Teriaknya terus menerus, aku tidak
menghiraukannya.
----Aku
memilih pergi dan mencari orang yang sama denganku----
2 tahun
berlalu, aku tak mendengar kabar darinya lagi, Ya Choi Siwon, ia pergi ke
Kanada untuk melanjutkan kuliahnya yang tertunda. Jujur saja selama 2 tahun ini
aku selalu memikirkannya, aku tak pernah punya penggantinya, aku masih sangat
mencintainya, tapi kami berbeda..
“Raisa” panggil Eomma
“Ne Eomma, Waeyo?”
Tanyaku
“Eomma menemukan ini
diluar, dan ada tulisan untukmu” Kata Eomma
sambil menyodorkan selembar kertas undangan, undangan apa ini? Siapa yang akan
menikah?
“Ne Eomma, gomawo”
Kataku lalu masuk kedalam kamarku
Aku membuka
kertas undangan itu, dan seketika air mataku terjatuh, kulihat namanya, aku
kira itu bukan dia, tapi saat aku melihat foto weddingnya ternyata memang benar
itu dia, ternyata dia sudah kembali ke korea dan langsung mengadakan
pernikahannya. Sungguh kau jahat Choi Siwon, semudah itukah kau melupakanku?
Kau tidak tau aku disini berusaha mati-matian agar bisa melupakanmu? Aku
menahan rinduku untukmu, aku berharap bisa bertemu denganmu lagi, tapi.. apa
ini? Surat undanganmu dengan yeoja
lain? Kau sungguh tidak punya hati Choi Siwon.
“Aghhhhhh” Teriakku
“Siwon kau jahat, sungguh jahat!!!” Lanjutku
“Apa itu?” ucapku kebinggungan saat melihat selembar kertas jatuh
dilantai
Aku membaca surat itu
‘
For : Raisa
Annyeong haseo, apa kabarmu? Aku harap
kau baik baik saja, bagaimana? Kau sudah bisa melupakanku? Aku sudah menhindar
darimu selama 2 tahun, apakah itu tidak cukup untuk kau melupakanku? Haha.
Raisa jujur saja aku masih sangat mencintaimu, aku selalu memikirkanmu di
Kanada, aku ingin sekali mengirim pesan singt padamu, tapi aku takut akan
menggangumu, jadi aku pendam saja semua keinginanku untuk menjalin kontak
denganmu.
Ohiya, kapan kau akan memperkenalkan
suamimu padaku? Apakah dia lebih tampan dibandingku? Aku harap tidak haha.
Raisa, kau sudah tau kan, aku memberi surat undangan ini untuk memperkenalkan
siapa istriku, dia Lee Hyo Ae, dia anak teman ayahku, aku dijodohkan dengannya,
aku rasa dia pantas untukku karna kami seiman, walaupun aku tidak mencintainya
sebesar aku mencintaimu, tapi bukankah cinta akan datang kalau kita sering
berhubungan? Aku yakin itu.
Aku masih bertanya-tanya, kenapa Tuhan
menciptakan manusia berbeda-beda namun Tuhan harus disembah harus dengan satu
cara? Mengapa kita diciptakan berbeda? Mengapa kita tidak bisa bersatu? Aku
masih belum menemukan jawaban itu.
Raisa, mengenalmu adalah anugerah,
menyakitimu adalah larangan, mendampingimu adalah kebahagiaan, meninggalkamu
adalah suatu kebodohan, mencintaimu adalah perbedaan.
Maaf aku harus melupakanmu, aku harus
menata masa depanku, aku harap kau datang ke pernikahanku, kalaupun kau tak
datang aku mewajarinya. Terimakasih atas semuanya, aku mencintaimu.
Choi Siwon
Aku
menangis sejadi-jadinya, aku mengikhlaskannya walaupun hatiku tak menerimanya
tapi asalkan dia bahagia akupun ikut bahagia. Terimakasih Choi Siwon karna
pernah mewarnai hari hariku yang tak berarti ini. Aku mencintaimu.
------Kita bukan Masjid bukan juga Gereja,
namun jika mereka bernyawa, apakah mereka akan saling jatuh cinta?------
END
Terimakasih sudah menyempatkan membaca tulisanku :)
Author: Dian Agustina @dianagustina407
