Selasa, 23 Juli 2013

Cinta Tapi Beda


Cinta Tapi Beda


----Hanya karena berbeda cara memuja Tuhan, apakah kita tidak boleh saling mencintai?----

Aku berjalan menelusuri taman ini, taman yang begitu indah dihiasi dengan bunga-bunga cantik berwarna warni. Perkenalkan namaku Raisa, aku berasal dari Indonesia tapi saat ini aku menetap di Seoul, Korea Selatan bersama ibuku karna orangtuaku memilih untuk bercerai, aku tidak tau kenapa mereka bercerai aish sudahlah aku tidak mau mengingat ini.
Saat ini aku bekerja sebagai PNS disalah satu kantor dapertemen pariwisata, kalian tahu? Pekerjaan ini sangat tidak cocok untukku, aku wanita yang tidak suka berpergian tapi karna pekerjaan ini aku dituntut harus selalu memantau berbagai tempat pariwisata di Korea Selatan, ini semua karna Ayahku yang memaksaku masuk kuliah dan beliau sendiri yang memilih jurusan pariwisata untukku, sungguh menyebalkan.
Tapi, apakah kalian tahu? Karna pekerjaan ini aku mendapat seorang namjachingu yang pasti sebagian dari kalian tahu, dia member dari salah satu boygroup yang menjadi King of Kpop sekarang ini, siapalagi kalau bukan Super Junior. Ya namjachinguku adalah Choi Siwon, pria yang aku idamkan, pria yang sungguh baik, tampan dan menghargai perempuan, dia menjadi pacarku sekaligus Ayah untukku, karna umur kami berbeda 4 tahun pastilah dia jauh lebih dewasa dibanding aku, aku sungguh beruntung bisa bertemu dengannya walau kami berbeda.
Aku memetik satu bunga berwarna merah muda- sungguh cantik, lalu aku duduk dibangku taman dan menyelipkan bunga itu ditelingaku, apakah aku sudah terlihat cantik? Haha. Tiba-tiba mataku gelap, ada tangan yang menutup mataku, siapa ini? Aku memegang tangan yang menutupi mataku, ahhh aku mengenali tangan hangat ini, ini Siwon, namjachinguku, aku yakin itu, akupun menarik tangan itu agar membuka mataku lalu aku membalikkan tubuhku, hmmm benar saja, dia Siwon, dia tersenyum padaku, sudut bibirnya membentuk sebuah bulatan kecil dipipinya, lesung pipi itu sungguh membuat wajahnya semakin tampan.
Oppa, apa yang kau lakukan disini?” Tanyaku sambil bangit dari dudukku
“Apakah aku tidak boleh menemui yeojachinguku sendiri?” Jawabnya sambil mengelus kepalaku
Aku tersenyum mendengar ucapannya
“Aku merindukanmu” Lanjutnya
Nado oppa, aku sangat merindukanmu” Kataku sambil memeluk tubuhnya, hangat, sungguh hangat
Ya, kami tidak bertemu kurang lebih 3 minggu, karna dia sibuk menyiapkan Tour Konsernya bersama Super Junior, tentu aja ini kesempatan yang sangat aku tunggu untuk bertemu dengannya. Ini yang aku rindukan darinya, hangat tubuhnya, aku sangat merindukan ini.
“Oppa, aku hampir mati karna merindukanmu” Ungkapku sambil menahan tangisku
Mianhae aku terlalu sibuk hingga tidak menghiraukanmu, mianhae Raisa” Katanya sambil mempererat pelukannya
Sungguh, aku tidak bisa menahan air mataku keluar, aku sangat bahagia akhirnya bisa bertemu dan memeluknya, aku sangat mencintainya.
Changiya, sudahlah jangan menangis” Dia melepas pelukannya dan menghapus air mata yang mengalir di pipiku
“Aku menangis bahagia, aku bahagia akhirnya aku bisa bertemu dengamu” Kataku sambil tersenyum
Dia tersenyum mendengar ucapanku “Bagaimana kalau kita merayakan ini?”
Mwo? Bagaimana dengan scedulmu oppa?” Tanyaku khawatir
“Aku mendapat liburan 3 hari, hmm.. walaupun sebentar tapi bisakah kita menghabiskannya bersama?” Tanyanya dengan penuh harap
“Hmm… bagaimana ya, aku pikir aku sibuk” Jawabku berpura pura berfikir
“Kau sibuk apa? Kau sibuk bertapa dirumah? Haha” Tawanya mengejekku
Aisshh.. jangan kau pikir aku ini tidak ada pekerjaan, memangnya kau saja yang sibuk, akupun tak kalah sibuknya denganmu” Kataku tak mau kalah
“Ya! awas saja kalau kau berani menolak” Matanya menatapku serius
“Aku tidak takut pada ancamanmu itu” Kataku sambil menjulurkan lidah
“Baiklah, kau terima ini” Dia menggelitiku, dia tahu kalau kelemahanku itu digelitiki, dasar menyebalkan
“haha oppa berhenti, haha oppa geli, baiklah baiklah, kita habiskan waktu bersama, tapi hentikan ini” Teriakku mulai kesal
“Haha hanya dengan trik ini kau akan luluh” Tawanya puas
Oppa, bisakah kau berhenti menggelitikiku? Kau tahu, aku pernah baca disalah satu blog, katanya kalau kita terus menerus digelitiki akan ada pembengkakan di ginjal, apa kau tidak takut aku meninggal?” Kataku serius, tapi sebenarnya pernyataan ini hanya karanganku haha
“Kau bercanda, mana ada orang yang sakit ginjal karna digelitiki, dasar phabo, oh ya dan jangan sekali kali menyebut kata meninggal dihadapanku lagi, arraso?”
Mianhae, memangya kenapa oppa?” Tanyaku penasaran
“Aku tidak mau kehilangan orang yang aku sayangi, aku tidak mau kehilanganmu” Ungkapnya sambil menatapku intens, wajahnya mulai mendekt kepadaku, aku rasa ia akan menciumku
Oppa” Cegahku sambil menjauhkan wajahku
Waeyo?” Tanyanya heran
“Dalam agamaku seorang pria dan wanita tidak boleh bersentuhan sebelum sah menjadi suami istri, mungkin dalam agamamu tidak ada larangan seperti itu tapi, tolong hormati aku, bertoleransilah, inipun demi kebaikan kita nanti” Jelasku panjang lebar
Dia hanya terdiam, lalu duduk dibangku taman, ia tak berbicara apapun, apa mungkin dia marah? Dia duduk sambil menundukkan kepalanya, ada apa ini?
Oppa, mianhae” ucapku pelan sambil memegang punggungnya
Gwaenchana” Jawabnya sambil mendongkakkan kepalanya
“Duduklah” Lanjutnya menyuruh
Akupun duduk bersebelahan dengannya, tak ada yang berbicara, tapi tiba-tiba Siwon menggenggam tanganku erat
Oppa, waeyo” Tanyaku kebingungan
“Kita berbeda” Ucapnya pelan
“Lalu?” Balasku pura-pura bodoh
“Aku takut kita tidak bisa bersama selamanya” Ucapnya menatapku, matanya berkaca-kaca
“Jangan memikirkan itu, kita akan bersama selamanya, percaya padaku, walaupun kita berbeda tapi cinta kita sama, sama-sama tulus, Tuhan juga tahu apa yang kita rasakan” Kataku mempererat genggaman kami
“Aku sungguh menyayangimu, tapi mengapa Tuhan jahat padaku, Dia menjadikan kita berbeda, hubungan ini sudah berjalan 4 tahun, tapi mengapa aku belum juga mendapat solusi untuk hubungan kita ini? Aku tidak mau melepaskanmu” Ungkapnya meneteskan air mata
Oppa” Ucapku lirih sambil memeluknya
“Sudahlah, aku tidak apa-apa” Katanya sambil melepas pelukanku
“Sudah waktunya kau Sholat, lihat jam tanganmu” Suruhnya sambil menunjuk jam yang melingkar di tangan kananku
12.15 KST
“Astagfirulloh, untung kau mengingatkanku” teriakku saat melihat jam
Kajja, akan ku antar kau ke Masjid” Ajaknya
Aku menurut padanya, dia sungguh namja terbaik yang pernah aku kenal, dia selalu mengingatkanku untuk beribadah kepada Allah, padahal aku sendiri terkadang lupa.
Akhirnya kami sampai di sebuah Masjid yang lumayan besar, aku keluar dari mobil Siwon, aku kira Siwon tidak akan keluar dari mobilnya, tapi ternyata dia mengikutiku.
Oppa, aku mau Sholat dulu, kau bisa tunggu dimobil” Kataku menyuruh
Aniyo, aku ingin melihat kau beribadah kepada Tuhanmu” Katanya sambil tersenyum
Oppa, Tuhan hanya satu, hanya cara memujanya saja yang berbeda” Tuturku padanya
Arraso, cepat sana kau masuk” Suruhnya sambil mendorongku masuk dalam Masjid
Akupun masuk dan mulai berwudhu, selesai berwudhu aku mulai Sholat, setelah selesai Sholat akupun berdoa kepada Allah agar semua yang aku inginkan terkabul
“Ya Allah berilah jalan terbaik untuk hubunganku dengan Siwon, sungguh aku sangat mencintainya, aku tidak mau melepaskannya hanya karna kami berbeda, bila dia bukan jodoh yang baik untukku jauhkanlah dia, tapi kalau dia memang jodoh yang pantas untukku dekatkan kami selalu, aku sangat mencintainya. Amin”
                Akupun keluar dari Masjid, aku mencari cari Siwon oppa, aku kira dia menungguku di beranda Masjid tapi ternyata tidak, dia menunggu di bawah pohon sambil menatap kosong ke arah depan.
Oppa” Panggilku
Ah ne, kau sudah selesai?” Tanyanya
“Sudah, apakah lama?” Aku berbalik tanya
Aniyo” Katanya singkat
Kajja” Ajaknya sambil menarik tanganku
Akupun menurutinya, dia membukakan pintu mobil agar aku bisa langsung masuk ke dalam, hmmm sungguh baik sekali namja ini. Ia pun mulai menjalankan mobilnya
“Kita mau kemana oppa?” Tanyaku
“Kalau tadi aku sudah mengantarmu ke Masjid, apakah kau mau mengantarku ke Gereja?” Tanyanya berhati-hati
“Tentu saja” Jawabku bersemangat
Dia terseyum mendengar ucapanku
                Tak lama kamipun sampai disebuah Gereja, aku menatap miris Gereja itu
“Tempat kami berbeda” ucap batinku
“Raisa, kenapa kau melamun? Kajja keluar” Katanya membuyarkan lamunanku
Ah ne ne” Balasku sambil keluar dari mobil
                Siwon menggengam tanganku, dia mengajakku masuk kedalam Gereja, aku mncoba menolak tapi Siwon tetap memaksaku, apa boleh buat aku turuti saja maunya.
                Dia berdoa sambil terus menggengam tanganku, apakah dibolehkan beribadah seperti ini? Ucap batinku tak karuan, dia pun mulai bersuara
“Tuhan, kenalkan ini yeoja yang sangat aku cintai, yang sering hadir dalam doa-doaku, aku harap dia bisa menjadi yang terakhir di hidupku, Tuhan, berilah jalan untuk kami, aku sungguh mencintainya, aku tak tau harus berbuat apa, aku tidak mau melepaskannya begitu saja, kami sudah 4 tahun menjalin hubungan ini, tapi baru kali ini aku binggung karna perbedaan kami ini, tolong satukan kami. Amien” ucapnya dengan khusyuk, lalu menggerakkan tangannya dari kelapa sampai hati membuntuk salip.
Aku menahan air mataku, aku tidak kuat melihat pemandangan ini, ini terlalu sakit untuk di lihat, cara kami memuja-Mu sangat berbeda, tapi cinta kami sama, kami sama-sama mencintai, kami tidak ingin berpisah, mengapa harus ada perbedaan disaat tujuan kami sama? Kenapa?
“Raisa, gwaenchana?” Tanyanya khawatir
“Ne, ne gwaenchana, aku hanya terharu melihatmu berdoa” Jawabku sambil menghapus air mataku
“Pasti karna caranya yang berbeda ya? Kau berdoa dengan keadaan suci dan diakhiri dengan tanganmu dibasuh ke wajahmu sedangkan aku membentuk salip di badanku? Itu yang membuatmu meneteskan air mata?” Tanyanya sangat detail
Aniyo oppa, sudahlah, kajja keluar, aku tidak enak berada disini berlama lama” Ajakku
Arraso, kajja” Ajaknya

-----Aku tidak tau mengapa sampai sejauh ini kita melangkah, namun tidak tau arah dan tujuan. Jujur masih tersirat dibenakku kegelisahan karna perbedaan-----

Keesokkan Harinya..
                Aku menunggu Siwon dirumah untuk menjemputku, ia bilang dia akan menperkenalkanku dengan seseorang, aku takut Siwon akan memperkenalkanku pada orangtuanya, sungguh aku takut…
‘Tok…tok…’ Suara ketukan pintu terdengar jelas ditelingaku, itu pasti Siwon, akupun berlari untuk membukakan pintu
Annyeong Haseo” Sapanya sopan
Annyeong Haseo tuan Choi, ada keperluan apa anda kesini?” Kataku sedikit jail
“Aku ingin menjemput tuan putri Raisa” Balasnya tak kalah jail
“Hahaha oppa” Tawaku sambil mencubit tangan Siwon
Waeyo? Apa aku salah? Haha” Tanyanya disambut tawanya
“Apa kau sudah siap?” Lanjutnya
“Sudah, apakah aku terlihat cantik oppa?” Tanyaku sambil memerhatikan tubuhku sendiri
“Kau sudah sangat cantik, bahkan lebih dari cantik” Jawabnya merayuku
“Dasar kau, sudahlah kajja kita pergi”Ajakku sambil menutup pintu
“Tunggu dulu, mana Eomma mu?” Tanya Siwon pelan
“Ada didalam, mau aku panggilkan?” Tawarku
“Boleh, aku ingin berpamitan” Jawabnya
Eomma, Siwon ingin bertemu” Kataku sambil masuk ke dalam rumah
Ne, tunggu sebentar” Balas Eomma
Tak lama akupun keluar bersama Eomma, Eommaku memakai jilbab, ia sengaja menutupi auratnya, Eommaku dulu sama denganku dan Siwon, Ia berbeda agama dengan Ayahku, dan akhirnya Eomma pindah agama menjadi Islam karna cintanya pada Ayahku, tapi pada akhirnya mereka berpisah, Eomma tetap memegang agama Islam, karna kata Eomma agama Islam lebih bertujuan ke akhirat bukan hanya di alam dunia saja.
Eomma, aku ingin meminjam Raisa” Ucap Siwon sopan
“Silahkan saja, asalkan kau menjaga putriku yang cantik ini” Balas Eomma sambil menyentil hidungku
“Raisa akan lebih cantik apabila sama seperti Eomma” Kata Siwon sambil tersenyum
“Maksudmu?” Tanya Eomma kebinggungan, akupun dibuat binggung oleh perkataannya
“Maksudku, itu yang Eomma pakai” Jawab Siwon menjelaskan
“Ah, ini namanya Jilbab” Eomma menjelaskan
“Iya maksudku itu Eomma hehe” Balasnya sambil tertawa kecil
“Raisa, kau jawab sendiri pertanyaan pacarmu ya, Eomma masuk dulu, kalian hati hati dijalan” Ucap Eomma
Ne Eomma” Balasku sambil mencium tangan Eomma, Siwon pun mengikutiku mencium tangan Eomma
“Assalamualaikum” ucapku memberi salam, Siwon hanya menatapku binggung
“Waalaikumsalam” Balas Eomma
                Kamipun pergi memakai mobil Siwon..
“Tadi, apa yang kau katakan?” Tanya Siwon
“Ohh, itu sebuah ‘salam’, kalau misalkan orang lain bicara selamat pagi, selamat siang atau selamat malam, tapi kami menyebutnya dengan Assalamualaikum dan membalasnya dengan Waalaikumsalam” Ucapku panjang lebar
Arraso, sepertinya aku mulai mengerti tentang agamamu” Ungkapnya
“Alhamdulillah, syukurlah oppa” Balasku sambil tersenyum
“Aku akan dikenalkan pada siapa oppa?” lanjutku bertanya
“Orangtuaku, kau siap kan?” Tanyanya berbalik
“Terserahmulah oppa, aku mengikuti apa maumu saja” Jawabku pasrah
Sesampainya dirumah Siwon..
“Itu Eomma dan Appa sudah menunggumu di ruang tamu, kajja” Ajak Siwon
Jujur saja aku sangat gugup saat ini, aku takut orangtua Siwon tidak menyukaiku, apalagi kalau mereka tau kami ini berbeda keyakinan
Eomma, Appa” Sapa Siwon
“Akhirnya kau datang, Eomma dan Appa sudah lama menunggu, ah ini yeoja yang ingin kau kenalkan pada kami?” Tanya Eomma Siwon sambil menela’ah wajahku sampai kakiku
Ann…Annyeong Haseo, Ahjumma, Ah…jussi” Sapaku gugup
“haha kau lucu sekali, kau tidak usah gugup, sini duduk bersama kami” Suruh Eomma Siwon, Akupun menuruti perkataan Eomma
“Kau cantik sekali, siapa namamu?” Tanya Eomma Siwon
“Raisa, ahjumma” Jawabku sambil tersenyum
“Apa pekerjaanmu Raisa?” Tanya Appa Siwon
“Aku bekerja sebagai PNS, disalah satu dapartemen pariwisata” Jawabku
“Berapa umurmu Raisa?” Tanya Eomma Siwon lagi
“Umurku 21 tahun, ahjumma” Jawabku
“Berarti berbeda 4 tahun ya dengan Siwon” Ungkap Appa Siwon
Ne ahjussi” Jawabku
“Apa agamamu?” Tanya Eomma Siwon
                DEG, aku terdiam, aku tak menjawab pertanyaan dari Eomma Siwon, aku memandang Siwon dengan cemas, Siwon hanya tersenyum menandakan ‘jawab saja’, akupun menjawab dengan hati hati
“Agama saya Islam” Jawabku sambil tersenyum
“Islam?” Eomma Siwon mengulang jawabanku
                Perasaanku sungguh takut, aku takut Eomma Siwon akan marah padaku atau pada Siwon, tapi Siwon oppa mencoba menenangkanku, tangannya memegang erat tanganku yang mulai mendingin.
“Siwon” Bentak Appa Siwon
Mianhae Ahjussi, mianhae, ini salah saya, mianhae” Ucapku menyalahkan diriku sendiri
Appa, aku mencintainya, ini hanya maslaah keyakinan, kami memang berbeda, tapi cinta kami sama, kami sama sama mencintai dengan tulus, tolong Appa mengerti tentang ini” Ungap Siwon
Appa tidak peduli, kalian akhiri saja hubungan kalian, percuma kalian meneruskannya tanpa tau tujuan untuk kedepan apa, carilah orang yang sama dengan keyakinan kalian jangan memaksakan takdir yang tidak bertujuan pada kalian!” Bentak Appa Siwon
“Siwon, bisakah kau membawa Raisa keluar dulu? Eomma ingin bicara dengan Appamu” Pinta Eomma
“Baik Eomma, kami permisi” Pamit Siwon

---Jika memang perbedaan menjadi alasan kita untuk menghentikan langkah, haruskan kita berpisah?---

                Sekarang kami berada ditaman, kami duduk diantara hamparan rumput, mengingat kejadian dirumah Siwon tadi membuatku ingin menangis, tidak seharusnya tadi aku datang kerumahnya, aku sungguh sangat bersalah pada Siwon.
Oppa, mianhae” Ucapku lirih
Gwaenchana changiya, ini bukan salahmu” Balasnya sambil mengelus kepalaku
Oppa, apa yang disebutkan oleh Appamu benar juga, haruskah kita berpisah oppa?” Tanyaku sambil menahan air mataku
Ani! Aniyo, aku tidak mau berpisah denganmu, apapun itu alasannya aku tidak mau berpisah denganmu!” Bentak Siwon
“Tapi oppa, kita tidak bisa dipersatukan, kita berbeda, ini bukan hal sepele, aku tidak bisa terus seperti ini, aku lelah oppa, aku lelah harus mendengar kata berbeda” Tangisku pecah seketika
“Tapi kita tidak boleh menyerah begitu saja, kita harus berjuang bersama sama sampai akhir” Kata Siwon oppa sambil menggenggam tanganku
“Sudahlah oppa, aku tidak bisa terus seperti ini, maafkan aku, aku harus pergi dan lupakanlah aku, semoga kau dapatkan yeoja yang sama denganmu” Ucapku sambil berdiri dari dudukku
“Apa yang kau katakan? Sampai kapanpun aku tidak mau berpisah denganmu” Ucap Siwon getir
“Maafkan aku oppa, sampai jumpa” Kataku sambil berlari menjauh dari hadapan Siwon oppa
“Raisa! Raisa! Raisa!” Teriaknya terus menerus, aku tidak menghiraukannya.

----Aku memilih pergi dan mencari orang yang sama denganku----

                2 tahun berlalu, aku tak mendengar kabar darinya lagi, Ya Choi Siwon, ia pergi ke Kanada untuk melanjutkan kuliahnya yang tertunda. Jujur saja selama 2 tahun ini aku selalu memikirkannya, aku tak pernah punya penggantinya, aku masih sangat mencintainya, tapi kami berbeda..
“Raisa” panggil Eomma
Ne Eomma, Waeyo?” Tanyaku
Eomma menemukan ini diluar, dan ada tulisan untukmu” Kata Eomma sambil menyodorkan selembar kertas undangan, undangan apa ini? Siapa yang akan menikah?
Ne Eomma, gomawo” Kataku lalu masuk kedalam kamarku
                Aku membuka kertas undangan itu, dan seketika air mataku terjatuh, kulihat namanya, aku kira itu bukan dia, tapi saat aku melihat foto weddingnya ternyata memang benar itu dia, ternyata dia sudah kembali ke korea dan langsung mengadakan pernikahannya. Sungguh kau jahat Choi Siwon, semudah itukah kau melupakanku? Kau tidak tau aku disini berusaha mati-matian agar bisa melupakanmu? Aku menahan rinduku untukmu, aku berharap bisa bertemu denganmu lagi, tapi.. apa ini? Surat undanganmu dengan yeoja lain? Kau sungguh tidak punya hati Choi Siwon.
“Aghhhhhh” Teriakku
“Siwon kau jahat, sungguh jahat!!!” Lanjutku
“Apa itu?” ucapku kebinggungan saat melihat selembar kertas jatuh dilantai
Aku membaca surat itu
For : Raisa
Annyeong haseo, apa kabarmu? Aku harap kau baik baik saja, bagaimana? Kau sudah bisa melupakanku? Aku sudah menhindar darimu selama 2 tahun, apakah itu tidak cukup untuk kau melupakanku? Haha. Raisa jujur saja aku masih sangat mencintaimu, aku selalu memikirkanmu di Kanada, aku ingin sekali mengirim pesan singt padamu, tapi aku takut akan menggangumu, jadi aku pendam saja semua keinginanku untuk menjalin kontak denganmu.
Ohiya, kapan kau akan memperkenalkan suamimu padaku? Apakah dia lebih tampan dibandingku? Aku harap tidak haha. Raisa, kau sudah tau kan, aku memberi surat undangan ini untuk memperkenalkan siapa istriku, dia Lee Hyo Ae, dia anak teman ayahku, aku dijodohkan dengannya, aku rasa dia pantas untukku karna kami seiman, walaupun aku tidak mencintainya sebesar aku mencintaimu, tapi bukankah cinta akan datang kalau kita sering berhubungan? Aku yakin itu.
Aku masih bertanya-tanya, kenapa Tuhan menciptakan manusia berbeda-beda namun Tuhan harus disembah harus dengan satu cara? Mengapa kita diciptakan berbeda? Mengapa kita tidak bisa bersatu? Aku masih belum menemukan jawaban itu.
Raisa, mengenalmu adalah anugerah, menyakitimu adalah larangan, mendampingimu adalah kebahagiaan, meninggalkamu adalah suatu kebodohan, mencintaimu adalah perbedaan.
Maaf aku harus melupakanmu, aku harus menata masa depanku, aku harap kau datang ke pernikahanku, kalaupun kau tak datang aku mewajarinya. Terimakasih atas semuanya, aku mencintaimu.
                                                                                             Choi Siwon
Aku menangis sejadi-jadinya, aku mengikhlaskannya walaupun hatiku tak menerimanya tapi asalkan dia bahagia akupun ikut bahagia. Terimakasih Choi Siwon karna pernah mewarnai hari hariku yang tak berarti ini. Aku mencintaimu.

------Kita bukan Masjid bukan juga Gereja, namun jika mereka bernyawa, apakah mereka akan saling jatuh cinta?------

END
Terimakasih sudah menyempatkan membaca tulisanku :)
Author: Dian Agustina @dianagustina407