Sabtu, 06 April 2013

Mistake (9)


MISTAKE PART 9 (END)


Jungsoo mengeluarkan ponsel dari saku jaketnya, lalu mencari cari nama di phonebooknya, ya siwon, dia menelepon namja yg sangat ia benci itu
"Yeoboseyo? Apa benar ini Siwon?" Tanya jungsoo
"Ne, nuguseyo?" tanya siwon
"Kau, kau harus segera datang ke rumah sakit parang! Lee Hyo Ae sedang sekarat disini, ini semua gara gara kau, kau yg telah membuat yeoja yg aku cintai seperti ini! Kau harus segera kesini! Lihat apa yg telah kau perbuat pada Lee!!! Kalau kau tidak kesini, akan aku bunuh kau!" Ucap jungsoo dgn nada emosi lalu menggeser tombol merah diponselnya dan kembali mendatangi ruangan Hyo.
"Lee sekarat? Tapi- tapi kenapa bisa seperti ini? Apa semua salahku? Ya tuhan, lee mianhae, jeongmal mianhae lee, kenapa kau senekat itu?" Ucap siwon berusaha menahan air matanya jatuh.
Segera siwon berangkat menuju rumah sakit, ±45 menit akhirnya siwon sampai dirumah sakit
"Suster, pasien bernama Lee Hyo Ae berada di ruangan berapa?" Tanya siwon sambil mengatur napasnya
"Tunggu ya tn. Saya akan cari dulu.. Mm ny. Lee Hyo Ae berada dirungan 156, dilantai 3" jawab suster itu
"Ne ne, kamsahamnida" ucap siwon dan langsung berlari menuju lift.
Sesampainya dilantai 3 siwon berlari mencari2 ruangan Hyo, dan langsung masuk tanpa mengetok pintunya terlebih dahulu
"Lee!" Teriak siwon saat melihat Hyo yg terbaring lemah
"Lee, mianhae lee, semua ini salahku, lee mianhae jeongmal mianhae, sadarlah lee" ucap siwon sambil memegang erat tangan Hyo
"Ya, memang semua ini salahmu, kau yg telah membuat Lee begini, apa kau menyesal hah? TERLAMBAT!!" Teriak Jungsoo pada Siwon dgn menekannkan kata 'terlambat'.
Siwon yg mendengarnya tidak menghiraukannya dia terus saja menangisi Hyo, setetes demi setetes air mata siwon jatuh di telapak tangan Hyo, segera siwon menghapus air mata itu, tak disangka saat siwon memegang tangan Hyo, tangan Hyo berbalik mengenggam tangan siwon
"ah, Lee? Kau sudah sadar? Lee.. Terimakasih tuhan" ucap siwon yg sontak membuat mata jungsoo membulat seketika
"apa? Lee sudah sadar?" Ucap jungsoo kaget
"Ne, dia mengenggam tanganku, lee bukalah matamu lee, lihat aku, aku siwon" ucap siwon sambil terus mengenggam tangan hyo.
Hyo membukakan matanya perlahan, Hyo melihat ada Siwon, dan Jungsoo, Hyo menitihkan air matanya saat dia tersadar tangannya sedang digenggam dgn erat oleh namja yg dia cintai
"Lee.. Jangan menangis lagi, hajima lee hajima, aku tidak mau melihatmu menangis olehku, lee hajima" ucap siwon sambil menghapus air mata yg jatuh di wajah Hyo
Hyo melihat ada Jungsoo sedang tersenyum lembut sambil menangis
"Ja-nga-an me-nang-is Jung-soo" Ucap hyo sambil tersenyum, diapun melepas selang pembantu napas dihidungnya
"Di-mana Appa?" Tanya Hyo
"Appamu pulang, mengambil pakaian untukmu" Jawab jungsoo
"tidak usah, i-nni mungkin hari terakhirku melihat kalian semua, sungguh aku sudah tidak tahan, ini sangat sakit, bahkan aku tidak bisa merasakan kakiku bergerak" ucap hyo sambil memukul mukul kakinya
"Lee.. cukup lee, mianhae aku yg sudah membuatmu begini, lee mianhae" ucap siwon sambil mencium tangan Hyo
"A-aniyo Siwon-ssi, ini bukan salahmu, ini salahku yg tidak pernah bisa melupakannmu, mianhae aku sudah mengganggu hari harimu, aku senang saat ini, disaat terakhirku, kalian ada didekatku" ucap hyo menggengam tangan Siwon dan Jungsoo
"Tolong katakan pada appa, mianhae selama ini aku sudah menyusahkannya, aku sangat mencintainya" ucap hyo sambil menahan air matanya yg akan terjatuh
"Lee.. Kau kenapa? Lee bertahanlah demi appamu" ucap jungsoo
"a-aniyo jungsoo, aku - aku sudah tidak tahan, lebih baik aku mati saja" ucap hyo sambil memamerkan senyuman terakhirnya
"Dan untuk kalian berdua, terimakasih sudah mewarnai hari hariku selama sebulan ini, aku sangat menyayangi kalian, siwon-ssi semoga kau langgeng bersama Jessica, aku turut bahagia, jagalah yeoja cantik itu, aku berjanji tidak akan pernah menganggu kalian lagi, aku akan melupakanmu, Jungsoo gomawoyo kau selalu ada disaat aku sedih, kau selalu menemaniku, walaupun tingkahmu membuatku kesal, aku berjanji tidak akan menyusahkanmu, aku tidak akan pernah menangis lagi, aku juga tidak akan menunjukkan muka jelekku lagi kepadamu, aku berjanji akan selalu tersenyum dialam sana nanti" ucap hyo tersenyum lalu menangis lagi
Siwon dan Jungsoo yg mendengar perkataan hyo hanya menangis tersedu sedu, Hyo menarik nafasnya yg sesak, sungguh sesak, darah segar mengalir keluar dari hidung hyo
"Go-ma-wo" hyo mencoba mengucapkan itu dengan sekuat tenaganya
"Lee, lee, bertahanlah, leeeeee" teriak Jungsoo
"uisa, uisa tolong, uisa toloong" teriak siwon diluar ruangan hyo, tak lama kemudian uisa dan suster masuk kedalam ruangan lalu memeriksa Hyo, Jungsoo dan Siwon duduk diluar ruangan hyo, sambil terus menangisi yeoja itu
"Aku sungguh sangat bersalah, aku tidak tau kalau akhirnya lee akan seperti ini" ucap Siwon sambil terus menangis
"Kau- kau tidak tau betapa menderitanya lee saat kau menolak cintanya, hidupnya jadi tidak karuan, kacau! Tapi dia masih setia menjaga perasaannya sampai akhir hidupnya skrng! Betapa pabonya kau menyia nyiakan seseorang yg mencintaimu dengan tulus" ucap jungsoo pada siwon
Siwon hanya menunduk dan masih terus menangis, tak lama uisa pun keluar dari ruangan hyo
"uisa, uisa bagaimana keadaan Lee?" Tanya jungsoo panik
"Mianhae, kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi tuhan berkehendak lain, dia sudah tenang dialam sana" jawab uisa
"apa? Lee!! Lee jgn tinggalkan aku lee" teriak jungsoo
Lalu siwon dan jungsoo pun masuk kedalam ruangan melihat sesosok yeoja polos yg sangat manis tertidur untuk selama lamanya
"Lee aku belum sempat menyatakan cintaku padamu lee, lee saranghaeyo" ucap jungsoo pada Hyo
"Lee.. I love you to, kau yg meminta itu kan saat aku menolak cintamu, dan sekarang aku akan terus menyebutnya untukmu lee, lee I love you to" ucap siwon sambil memegang erat tangan hyo.
Jungsoo dan siwon terus menangisi yeoja itu ya Lee Hyo Ae seorang yeoja polos yg mencintai seorang namja hingga akhir hidupnya.                             
TAMAT

Yeayyy akhirnya FF pertama saya udah tamat, gomawo buat yang udah baca dari awl sampe tamat ini, tungguin terus FF lainnya yaaaa :^)

Mistake (8)

MISTAKE PART 8


‘BRUUUUUKKKK!!’ Mobil itu menabrak tubuh mungil Hyo hingga hyo terseret beberapa meter dari tempat kejadian

Semua tas, snack dan lainnya terlempar jauh dari keberadaan Hyo, Hyo tergeletak tak berdaya, Hyo memaksakan diri semampunya untuk berbicara pada orang orang yang melihatnya, orang orang yang sama sekali tak ia kenali
"Siapapun to-oloong a-ku, to-long beritah-u k-an ini pada Appa-ku, hu-bun-gi di-a le-wat ponselku, kam-sa-hamn-ida" Ucap Hyo terbata bata dan langsung tergeletak pingsan
"tolong panggilkan ambulans, tolong yeoja ini, kajja ppalli!" Ucap salah seorang ahjussi, dan tak lama kemudian ambulans datang membawa tubuh mungil Hyo.

Appa Hyo P.O.V
Pagi ini anakku Lee Hyo Ae meninggalkan ku, dia sepertinya terpuruk karna mmeikirkan asmaranya, aku harap dia bisa kembali seperti dulu lagi "DEG" tiba tiba perasaanku tidak enak, terus memikirkan Hyo, apakah dia baik baik saja? Semoga Tuhan menjaga Hyo.
Ddtttdttdttttdttt bunyi ponsel Appa Hyo
Appa Hyo pun segera mengeser tombol hijau
"Yeoboseyo?" Jawab appa hyo
"Apakah benar ini Aboji dari Lee Hyo Ae?" Tanya seseorang disebrang telepon itu
"Ne benar, ada apa?" Jawab Appa Hyo
"Ne, tadi sekitar pukull 10.45 KST putri bapak kecelakan, menurut saksi mata anak bapa menyebrang jalan tanpa melihat keadaan jalanan tersebut, bapa bisa segera datang ke Rumah Sakit Parang, anak bapa kami bawa ke rumah sakit itu" Jelas penelepon itu
"Ne, ne kamsahamnida infonya saya akan segera kesana" jawab appa hyo sambil menitihkan air matanya
Segera Appa Hyo berangkat ke Rumah Sakit Parang, sesampainya disana Appa Hyo langsung memasuki ruang yg ditempati Hyo
"Aigoo! Changiya, apa yg terjadi padamu? Seharusnya appa tidak membiarkanmu pergi, mianhae appa tidak bisa menjagamu dengan baik, appa menyesal membiarkanmu pergi, changiya jangan tinggalkan appa sendiri, jebal bangunlah, lebih baik appa saja yg menggantikanmu berada disini, umurmu msh panjang changiya" ucapku sambil terus menerus menangis melihat keadaan putriku

Appa Hyo P.O.V off
Author P.O.V
Appa Hyo segera mengubungi Jungsso tentang keadaan Hyo
"Yeoboseyo?" Ucap Appa Hyo
"Yeoboseyo ahjussi, waeyo?" Jawab Jungsoo
"Jungsoo, Hyo kecelakaan, dia sedang koma, cepatlah kau datang ke Rumah Sakit Parang" jelas appa hyo
"Mwo? Kecelakaan? Ne ahjussi saya akan segera kesana, ahjussi tenang dulu" jawab jungsoo lalu bergegas menuju Rumah Sakit Parang
Dilajukannya motor dengan kencang, ±30 ia sampai di Rumah sakit parang dan lalu menanyakan ruangan hyo, dng cepat Jungsoo berlari ke ruangan hyo, sesampainya diruangan hyo, Jungsoo hanya melongo melihat yeoja yg dia Cintai tergeletak lemah diatas tempat tidur dengan berbagai macam alat alat dokter ditubuhnya
"Lee, lee apa yg terjadi padamu lee? Lee bangunlah, lee aku mencintaimu, ayolah cepat bangun, aku janji tidak akan menyebalkan lagi, aku- aku akan membawa siwon kesini untuk melihatmu tapi kau harus janji bangun dari komamu, jebal lee, bangunlah, saranghae lee" ucap Jungsoo sambil terus menerus memegang erat tangan Hyo, air matanya terus keluar dari matanya, tak lama Appa Hyo pun datang dengan membawa beberapa makanan ditangannya
"Jungsoo, kau sudah datang, ah kebetulan sekali, ayo temani aku makan, aku membeli banyak, sekalian untuk Hyo saat sadar nanti" ucap Appa Hyo
"Ahjussi, aku tidak ingin makan sebelum Lee bangun, aku ingin makan bersama dgn lee" jawab jungsoo
"Ayolah Jungsoo, dia sebentar lagi juga sadar, percayalah, dia yeoja yg kuat, dia pasti kuat menerima ini" ucap appa hyo yg lagi lagi meneteskan air matanya
"Ahjussi, sebenarnya apa yg terjadi pada Lee? Mengapa sampai begini?" Tanya Jungsoo
"Aku juga tidak tau persis, tapi saksi mata yg melihat katanya Hyo menyebrang jalan tidak memperhatikan mobil mobil yg berlalu lalang, hingga dia tertabrak mobil yg membuatnya terpental cukup jauh dari tempat kejadian" jelas Appa Hyo
"Dia pasti memikirkan namja brengsek itu, ini gara gara dia, dia yg telah membuat Lee begini" batin Jungsoo
"Yasudah, Ahjussi aku mau keluar sebentar" izin Jungsoo
"Ne, cepatlah kembali" jawab Appa Hyo.

Jungsoo P.O.V
Aku memilih untuk duduk terdiam dikursi taman dekat Rumah Sakit, aku tidak bisa berhenti memikirkan Hyo yg saat ini sedang sekarat
"Mengapa aku tidak bisa menjaganya? Ya tuhan, jgn kau ambil Lee dariku, aku sangat mencintai yeoja itu, tolonglah aku, sadarkanlah dia dari komanya, lebih baik aku saja yg menderita drpd aku harus melihat yeoja yg aku cintai menderita seperti itu" kata kata itu terus memenuhi pikiranku, air mata mengalir dipipiku segera ku hapus air mata itu.
Aku teringat saat pertama kali melihat lee, didalam kelas les, lee mencari2 kursi yg kosong, dan yg akhirnya dia duduk disebelah kursiku, aku terus saja memandangi wajah polos itu, wajah itulah yg telah memikat hatiku "ahaha" tawaku disambut dgn air mata yg sedari tadi mengalir mengingat betapa indahnya masa masa itu, tapi saat datangnya Namja berengsek itu semuanya rubuh seketika, namja itu telah menyakiti yeoja yg aku cintai, mengapa juga Lee bisa sangat mencintai namja itu? Apakah dia tidak menyadari adanya aku yg mencintainya dgn tulus? Sungguh lee pabo
Jungsoo P.O.V off

Author P.O.V
Jungsoo mengeluarkan ponsel dari saku jaketnya, lalu mencari cari nama di phonebooknya, ya siwon, dia menelepon namja yg sangat ia benci itu ------

-TO BE CONTINUE-


Mistake (7)


MISTAKE PART 7


"Sepertinya aku mengenal namja itu, iya itu siwon, siapa yeoja itu?" Ucap hyo 
Ketika Hyo melihat siwon dengan yeoja lain, dia berpikiran untuk lekas pergi dari tempat itu
"Lee.." Sapa seseorang yg sontak membuat Hyo membalikkan badannya, ya itu siwon, dia memanggil Hyo
"Lee.. Kemarilah" ucap siwon
"u-u-untuk apa?" Jawab hyo gugup
"aku ingin memperkenalkan seseorang padamu" ucap siwon
lalu mengandeng yeoja yg ada disebelahnya itu "perkenalkan ini Jessica, pacarku" ucap siwon
"Annyeong haseo Unnie, Naneun Jessica jung imnida" ucap yeoja itu dgn sopan sambil menyodorkan tangan kanannya
"Mwo? Unnie? Aku seumuran dgn siwon" jawab Hyo
"Ne unnie, aku baru 16 thn sdngkan siwon oppa 17 thn, itu berarti aku harus memanggilmu Unnie" jawab Jessica
"Oh, ne naneun Lee Hyo Ae imnida" jawab hyo sambil membalas jabatan tangan jessica
"ternyata yeoja ini sangat cantik, pantas saja siwon tidak bisa melupakan yeoja ini, andaikan aku menjadi yeoja ini pasti hidupku tidak begini skrng, terpuruk karna memikirkan Siwon yg jelas jelas tidak menyukaiku sama sekali" ucap Hyo dalam hati yang membuat air matanya jatuh seketika
"Lee.. Lee kau kenapa?" Tanya siwon panik, yang membuat lamunan Hyo buyar seketika
"Ah.. Aniyo, ini hanya ada yg masuk kedalam mataku" jawab hyo sambil menghapus air matanya
"Mana sini biar aku lihat" Tanya siwon sambil mendekatkan tangannya ke muka Hyo
"Aniyo tidak usah, sudah tidak apa apa ko" Ucap hyo sambil menghindar dari siwon
"Yasudah ya aku pulang dulu, ohya Chukkae siwon-ssi kau sudah bisa kembali ke pelukan Jessica, aku turut bahagia, Jessica, apakah kau bisa mengabulkan permintaanku?" Tanya hyo pada sica
"Ne unnie, pasti akan aku turuti" jawab Jessica sambil tersenyum lembut
"Tolong jaga siwon, jangan sakiti dia lagi, dia sangat mencintaimu, kau tidak boleh meninggalkannya lagi, dia namja yang baik, sopan dan pintar, kau beruntung bisa mendapatkannya, sekali lagi tolong jangan pernah menyakiti Siwon, Annyeong" Ucap Hyo sambil berlari menjauh dari Jessica dan Siwon
"Oppa apa yg terjadi pada unnie Hyo? Mengapa dia menangis terus?" Tanya jessica pada siwon
"Aniyo changiya, aku juga binggung, aish yasudahlah jgn memikirkannya, ayo kita jalan lagi" ajak siwon, dan merekapun berjalan bersama.

Hyo P.O.V

Aku terus berlari menjauh dari dua orng itu, mereka yg telah membuatku begini, demi apapun ini lebih sakit daripada siwon menolak cintaku, ini sungguh perih

"Mengapa dulu aku bisa mencintainya? Mengapa dulu aku bisa begitu mencintainya? Mengapa perasaan ini sulit sekali hilang? Mengapa ini terjadi padaku Tuhan, mengapa kau memberiku ini disaat aku mulai jatuh cinta? Mengapa sulit sekali melupakannya?’ Kata kata itu terus mengiang dipikiranku, aku juga tidak tau mengapa aku bisa seperti ini, mencintai namja yg sama sekali tidak memandangku ada! Aku benci perasaan ini!! Apakah didunia ini tidak ada yang mencintaiku dengan tulus? 

Aku terus berlari menuju rumahku, entah kenapa hanya rumahkulah satu satunya tempat yg bisa membuang semua air mataku
Sesampainya dirumah aku berlari menuju kamarku…
Hyo P.O.V End

Author P.O.V

“Appa, apa yg kau lakukan dikamarku?" Ucap Hyo kaget yg melihat Appanya sudah memegang semua kertas dan foto ditangannya
"Hyo! Kau kenapa? Mengapa kau tidak pernah cerita pada Appa? Kau tidak boleh memendam semua rasa sakit hatimu sendirian, ceritalah pada Appa" ucap Appa hyo dan langsung memeluk anak satu satunya itu
"Appa, ini sangat sakit, aku baru sekali ini merasakan perasaan yg sesakit ini, aku benci perasaan ini" teriak hyo sembari menangis dipelukan ayahnya
"Changiya, sudahlah tenangkan dirimu, appa mengerti apa yg kau rasakan, jgn terlalu dipikirkan changiya, Appa tidak mau terjadi apa apa padamu, sudahlah lupakan saja namja itu" ucap appa hyo sambil terus menenangkan anaknya itu
"Appa, kau melihat semua yg ada dikertas dan foto ini?" Tanya hyo yg langsung melepas pelukan ayahnya
"Ne, appa sudah melihat semuanya, appa khawatir setelah membaca kertas kertas itu, kau sepertinya sudah tidak punya semangat hidup lagi, changiya ayolah mengapa kau seperti ini? Kembalilah seperti dulu, appa tidak ingin melihat kau terus terusan menangis" Jawab appa hyo sambil menangis
"Appa mianhae, appa aku ingin pergi dari tempat ini, aku ingin jauh dari sini, aku ingin melupakan namja itu, aku ingin menenangkan diriku appa" pinta Hyo
"Kau sungguh ingin pergi dari sini? Kalau memang itu maumu pergilah ke tempat bibimu di kota Gangnam, disana kau bisa menenangkan dirimu" jawab appanya
"Appa aku tidak ingin meninggalkan appa sendirian disini, lebih baik appa ikut dgnku" ajak hyo
"Aniyo, appa tidak apa apa disini sendiri, lagipula bagaimana nanti dgn pekerjaan appa disini?" Jawab appanya
"Yasudah kalau begitu, besok aku akan kerumah bibi, aku akan bersiap siap hari ini, dan appa bisakah kau menelepon bibi?" Pinta Hyo
"Ne, nanti appa akan menelepon bibimu, yasudah kau istirahat ya changiya, appa kebawah dulu" ucap appanya lalu menutup pintu kamar Hyo, hyo hanya membalasnya dgn senyuman yg dipaksakan

Keesokan harinya..

Hari ini Hyo pergi menuju stasiun kereta, ia akan pergi ke kota gangnam tempat bibinya tinggal, Hyo berniat menaiki taksi terlebih dahulu agar lebih cepat, 15 menit berlalu, hyo turun dari taksi itu, sebenarnya belum tepat sampai di stasiun kereta, dia sengaja turun didekat supermarket untuk membeli sedikit cemilan agar tidak bosan didalam kereta nanti, setelah membeli cemilan dia kembali berjalan menuju stasiun kereta, saat dia akan menyebrang jalan, dia tidak melihat ada mobil yang berlalu lalang, entah apa yg ada dipikiran Hyo, pikirannya kosong, hingga saat ditengah jalanan sebuah mobil melaju dengan kencang hingga
‘BRUUUUUKKKK!!’ ----- 

-TO BE CONTINUE-