Selasa, 23 Juli 2013

Cinta Tapi Beda


Cinta Tapi Beda


----Hanya karena berbeda cara memuja Tuhan, apakah kita tidak boleh saling mencintai?----

Aku berjalan menelusuri taman ini, taman yang begitu indah dihiasi dengan bunga-bunga cantik berwarna warni. Perkenalkan namaku Raisa, aku berasal dari Indonesia tapi saat ini aku menetap di Seoul, Korea Selatan bersama ibuku karna orangtuaku memilih untuk bercerai, aku tidak tau kenapa mereka bercerai aish sudahlah aku tidak mau mengingat ini.
Saat ini aku bekerja sebagai PNS disalah satu kantor dapertemen pariwisata, kalian tahu? Pekerjaan ini sangat tidak cocok untukku, aku wanita yang tidak suka berpergian tapi karna pekerjaan ini aku dituntut harus selalu memantau berbagai tempat pariwisata di Korea Selatan, ini semua karna Ayahku yang memaksaku masuk kuliah dan beliau sendiri yang memilih jurusan pariwisata untukku, sungguh menyebalkan.
Tapi, apakah kalian tahu? Karna pekerjaan ini aku mendapat seorang namjachingu yang pasti sebagian dari kalian tahu, dia member dari salah satu boygroup yang menjadi King of Kpop sekarang ini, siapalagi kalau bukan Super Junior. Ya namjachinguku adalah Choi Siwon, pria yang aku idamkan, pria yang sungguh baik, tampan dan menghargai perempuan, dia menjadi pacarku sekaligus Ayah untukku, karna umur kami berbeda 4 tahun pastilah dia jauh lebih dewasa dibanding aku, aku sungguh beruntung bisa bertemu dengannya walau kami berbeda.
Aku memetik satu bunga berwarna merah muda- sungguh cantik, lalu aku duduk dibangku taman dan menyelipkan bunga itu ditelingaku, apakah aku sudah terlihat cantik? Haha. Tiba-tiba mataku gelap, ada tangan yang menutup mataku, siapa ini? Aku memegang tangan yang menutupi mataku, ahhh aku mengenali tangan hangat ini, ini Siwon, namjachinguku, aku yakin itu, akupun menarik tangan itu agar membuka mataku lalu aku membalikkan tubuhku, hmmm benar saja, dia Siwon, dia tersenyum padaku, sudut bibirnya membentuk sebuah bulatan kecil dipipinya, lesung pipi itu sungguh membuat wajahnya semakin tampan.
Oppa, apa yang kau lakukan disini?” Tanyaku sambil bangit dari dudukku
“Apakah aku tidak boleh menemui yeojachinguku sendiri?” Jawabnya sambil mengelus kepalaku
Aku tersenyum mendengar ucapannya
“Aku merindukanmu” Lanjutnya
Nado oppa, aku sangat merindukanmu” Kataku sambil memeluk tubuhnya, hangat, sungguh hangat
Ya, kami tidak bertemu kurang lebih 3 minggu, karna dia sibuk menyiapkan Tour Konsernya bersama Super Junior, tentu aja ini kesempatan yang sangat aku tunggu untuk bertemu dengannya. Ini yang aku rindukan darinya, hangat tubuhnya, aku sangat merindukan ini.
“Oppa, aku hampir mati karna merindukanmu” Ungkapku sambil menahan tangisku
Mianhae aku terlalu sibuk hingga tidak menghiraukanmu, mianhae Raisa” Katanya sambil mempererat pelukannya
Sungguh, aku tidak bisa menahan air mataku keluar, aku sangat bahagia akhirnya bisa bertemu dan memeluknya, aku sangat mencintainya.
Changiya, sudahlah jangan menangis” Dia melepas pelukannya dan menghapus air mata yang mengalir di pipiku
“Aku menangis bahagia, aku bahagia akhirnya aku bisa bertemu dengamu” Kataku sambil tersenyum
Dia tersenyum mendengar ucapanku “Bagaimana kalau kita merayakan ini?”
Mwo? Bagaimana dengan scedulmu oppa?” Tanyaku khawatir
“Aku mendapat liburan 3 hari, hmm.. walaupun sebentar tapi bisakah kita menghabiskannya bersama?” Tanyanya dengan penuh harap
“Hmm… bagaimana ya, aku pikir aku sibuk” Jawabku berpura pura berfikir
“Kau sibuk apa? Kau sibuk bertapa dirumah? Haha” Tawanya mengejekku
Aisshh.. jangan kau pikir aku ini tidak ada pekerjaan, memangnya kau saja yang sibuk, akupun tak kalah sibuknya denganmu” Kataku tak mau kalah
“Ya! awas saja kalau kau berani menolak” Matanya menatapku serius
“Aku tidak takut pada ancamanmu itu” Kataku sambil menjulurkan lidah
“Baiklah, kau terima ini” Dia menggelitiku, dia tahu kalau kelemahanku itu digelitiki, dasar menyebalkan
“haha oppa berhenti, haha oppa geli, baiklah baiklah, kita habiskan waktu bersama, tapi hentikan ini” Teriakku mulai kesal
“Haha hanya dengan trik ini kau akan luluh” Tawanya puas
Oppa, bisakah kau berhenti menggelitikiku? Kau tahu, aku pernah baca disalah satu blog, katanya kalau kita terus menerus digelitiki akan ada pembengkakan di ginjal, apa kau tidak takut aku meninggal?” Kataku serius, tapi sebenarnya pernyataan ini hanya karanganku haha
“Kau bercanda, mana ada orang yang sakit ginjal karna digelitiki, dasar phabo, oh ya dan jangan sekali kali menyebut kata meninggal dihadapanku lagi, arraso?”
Mianhae, memangya kenapa oppa?” Tanyaku penasaran
“Aku tidak mau kehilangan orang yang aku sayangi, aku tidak mau kehilanganmu” Ungkapnya sambil menatapku intens, wajahnya mulai mendekt kepadaku, aku rasa ia akan menciumku
Oppa” Cegahku sambil menjauhkan wajahku
Waeyo?” Tanyanya heran
“Dalam agamaku seorang pria dan wanita tidak boleh bersentuhan sebelum sah menjadi suami istri, mungkin dalam agamamu tidak ada larangan seperti itu tapi, tolong hormati aku, bertoleransilah, inipun demi kebaikan kita nanti” Jelasku panjang lebar
Dia hanya terdiam, lalu duduk dibangku taman, ia tak berbicara apapun, apa mungkin dia marah? Dia duduk sambil menundukkan kepalanya, ada apa ini?
Oppa, mianhae” ucapku pelan sambil memegang punggungnya
Gwaenchana” Jawabnya sambil mendongkakkan kepalanya
“Duduklah” Lanjutnya menyuruh
Akupun duduk bersebelahan dengannya, tak ada yang berbicara, tapi tiba-tiba Siwon menggenggam tanganku erat
Oppa, waeyo” Tanyaku kebingungan
“Kita berbeda” Ucapnya pelan
“Lalu?” Balasku pura-pura bodoh
“Aku takut kita tidak bisa bersama selamanya” Ucapnya menatapku, matanya berkaca-kaca
“Jangan memikirkan itu, kita akan bersama selamanya, percaya padaku, walaupun kita berbeda tapi cinta kita sama, sama-sama tulus, Tuhan juga tahu apa yang kita rasakan” Kataku mempererat genggaman kami
“Aku sungguh menyayangimu, tapi mengapa Tuhan jahat padaku, Dia menjadikan kita berbeda, hubungan ini sudah berjalan 4 tahun, tapi mengapa aku belum juga mendapat solusi untuk hubungan kita ini? Aku tidak mau melepaskanmu” Ungkapnya meneteskan air mata
Oppa” Ucapku lirih sambil memeluknya
“Sudahlah, aku tidak apa-apa” Katanya sambil melepas pelukanku
“Sudah waktunya kau Sholat, lihat jam tanganmu” Suruhnya sambil menunjuk jam yang melingkar di tangan kananku
12.15 KST
“Astagfirulloh, untung kau mengingatkanku” teriakku saat melihat jam
Kajja, akan ku antar kau ke Masjid” Ajaknya
Aku menurut padanya, dia sungguh namja terbaik yang pernah aku kenal, dia selalu mengingatkanku untuk beribadah kepada Allah, padahal aku sendiri terkadang lupa.
Akhirnya kami sampai di sebuah Masjid yang lumayan besar, aku keluar dari mobil Siwon, aku kira Siwon tidak akan keluar dari mobilnya, tapi ternyata dia mengikutiku.
Oppa, aku mau Sholat dulu, kau bisa tunggu dimobil” Kataku menyuruh
Aniyo, aku ingin melihat kau beribadah kepada Tuhanmu” Katanya sambil tersenyum
Oppa, Tuhan hanya satu, hanya cara memujanya saja yang berbeda” Tuturku padanya
Arraso, cepat sana kau masuk” Suruhnya sambil mendorongku masuk dalam Masjid
Akupun masuk dan mulai berwudhu, selesai berwudhu aku mulai Sholat, setelah selesai Sholat akupun berdoa kepada Allah agar semua yang aku inginkan terkabul
“Ya Allah berilah jalan terbaik untuk hubunganku dengan Siwon, sungguh aku sangat mencintainya, aku tidak mau melepaskannya hanya karna kami berbeda, bila dia bukan jodoh yang baik untukku jauhkanlah dia, tapi kalau dia memang jodoh yang pantas untukku dekatkan kami selalu, aku sangat mencintainya. Amin”
                Akupun keluar dari Masjid, aku mencari cari Siwon oppa, aku kira dia menungguku di beranda Masjid tapi ternyata tidak, dia menunggu di bawah pohon sambil menatap kosong ke arah depan.
Oppa” Panggilku
Ah ne, kau sudah selesai?” Tanyanya
“Sudah, apakah lama?” Aku berbalik tanya
Aniyo” Katanya singkat
Kajja” Ajaknya sambil menarik tanganku
Akupun menurutinya, dia membukakan pintu mobil agar aku bisa langsung masuk ke dalam, hmmm sungguh baik sekali namja ini. Ia pun mulai menjalankan mobilnya
“Kita mau kemana oppa?” Tanyaku
“Kalau tadi aku sudah mengantarmu ke Masjid, apakah kau mau mengantarku ke Gereja?” Tanyanya berhati-hati
“Tentu saja” Jawabku bersemangat
Dia terseyum mendengar ucapanku
                Tak lama kamipun sampai disebuah Gereja, aku menatap miris Gereja itu
“Tempat kami berbeda” ucap batinku
“Raisa, kenapa kau melamun? Kajja keluar” Katanya membuyarkan lamunanku
Ah ne ne” Balasku sambil keluar dari mobil
                Siwon menggengam tanganku, dia mengajakku masuk kedalam Gereja, aku mncoba menolak tapi Siwon tetap memaksaku, apa boleh buat aku turuti saja maunya.
                Dia berdoa sambil terus menggengam tanganku, apakah dibolehkan beribadah seperti ini? Ucap batinku tak karuan, dia pun mulai bersuara
“Tuhan, kenalkan ini yeoja yang sangat aku cintai, yang sering hadir dalam doa-doaku, aku harap dia bisa menjadi yang terakhir di hidupku, Tuhan, berilah jalan untuk kami, aku sungguh mencintainya, aku tak tau harus berbuat apa, aku tidak mau melepaskannya begitu saja, kami sudah 4 tahun menjalin hubungan ini, tapi baru kali ini aku binggung karna perbedaan kami ini, tolong satukan kami. Amien” ucapnya dengan khusyuk, lalu menggerakkan tangannya dari kelapa sampai hati membuntuk salip.
Aku menahan air mataku, aku tidak kuat melihat pemandangan ini, ini terlalu sakit untuk di lihat, cara kami memuja-Mu sangat berbeda, tapi cinta kami sama, kami sama-sama mencintai, kami tidak ingin berpisah, mengapa harus ada perbedaan disaat tujuan kami sama? Kenapa?
“Raisa, gwaenchana?” Tanyanya khawatir
“Ne, ne gwaenchana, aku hanya terharu melihatmu berdoa” Jawabku sambil menghapus air mataku
“Pasti karna caranya yang berbeda ya? Kau berdoa dengan keadaan suci dan diakhiri dengan tanganmu dibasuh ke wajahmu sedangkan aku membentuk salip di badanku? Itu yang membuatmu meneteskan air mata?” Tanyanya sangat detail
Aniyo oppa, sudahlah, kajja keluar, aku tidak enak berada disini berlama lama” Ajakku
Arraso, kajja” Ajaknya

-----Aku tidak tau mengapa sampai sejauh ini kita melangkah, namun tidak tau arah dan tujuan. Jujur masih tersirat dibenakku kegelisahan karna perbedaan-----

Keesokkan Harinya..
                Aku menunggu Siwon dirumah untuk menjemputku, ia bilang dia akan menperkenalkanku dengan seseorang, aku takut Siwon akan memperkenalkanku pada orangtuanya, sungguh aku takut…
‘Tok…tok…’ Suara ketukan pintu terdengar jelas ditelingaku, itu pasti Siwon, akupun berlari untuk membukakan pintu
Annyeong Haseo” Sapanya sopan
Annyeong Haseo tuan Choi, ada keperluan apa anda kesini?” Kataku sedikit jail
“Aku ingin menjemput tuan putri Raisa” Balasnya tak kalah jail
“Hahaha oppa” Tawaku sambil mencubit tangan Siwon
Waeyo? Apa aku salah? Haha” Tanyanya disambut tawanya
“Apa kau sudah siap?” Lanjutnya
“Sudah, apakah aku terlihat cantik oppa?” Tanyaku sambil memerhatikan tubuhku sendiri
“Kau sudah sangat cantik, bahkan lebih dari cantik” Jawabnya merayuku
“Dasar kau, sudahlah kajja kita pergi”Ajakku sambil menutup pintu
“Tunggu dulu, mana Eomma mu?” Tanya Siwon pelan
“Ada didalam, mau aku panggilkan?” Tawarku
“Boleh, aku ingin berpamitan” Jawabnya
Eomma, Siwon ingin bertemu” Kataku sambil masuk ke dalam rumah
Ne, tunggu sebentar” Balas Eomma
Tak lama akupun keluar bersama Eomma, Eommaku memakai jilbab, ia sengaja menutupi auratnya, Eommaku dulu sama denganku dan Siwon, Ia berbeda agama dengan Ayahku, dan akhirnya Eomma pindah agama menjadi Islam karna cintanya pada Ayahku, tapi pada akhirnya mereka berpisah, Eomma tetap memegang agama Islam, karna kata Eomma agama Islam lebih bertujuan ke akhirat bukan hanya di alam dunia saja.
Eomma, aku ingin meminjam Raisa” Ucap Siwon sopan
“Silahkan saja, asalkan kau menjaga putriku yang cantik ini” Balas Eomma sambil menyentil hidungku
“Raisa akan lebih cantik apabila sama seperti Eomma” Kata Siwon sambil tersenyum
“Maksudmu?” Tanya Eomma kebinggungan, akupun dibuat binggung oleh perkataannya
“Maksudku, itu yang Eomma pakai” Jawab Siwon menjelaskan
“Ah, ini namanya Jilbab” Eomma menjelaskan
“Iya maksudku itu Eomma hehe” Balasnya sambil tertawa kecil
“Raisa, kau jawab sendiri pertanyaan pacarmu ya, Eomma masuk dulu, kalian hati hati dijalan” Ucap Eomma
Ne Eomma” Balasku sambil mencium tangan Eomma, Siwon pun mengikutiku mencium tangan Eomma
“Assalamualaikum” ucapku memberi salam, Siwon hanya menatapku binggung
“Waalaikumsalam” Balas Eomma
                Kamipun pergi memakai mobil Siwon..
“Tadi, apa yang kau katakan?” Tanya Siwon
“Ohh, itu sebuah ‘salam’, kalau misalkan orang lain bicara selamat pagi, selamat siang atau selamat malam, tapi kami menyebutnya dengan Assalamualaikum dan membalasnya dengan Waalaikumsalam” Ucapku panjang lebar
Arraso, sepertinya aku mulai mengerti tentang agamamu” Ungkapnya
“Alhamdulillah, syukurlah oppa” Balasku sambil tersenyum
“Aku akan dikenalkan pada siapa oppa?” lanjutku bertanya
“Orangtuaku, kau siap kan?” Tanyanya berbalik
“Terserahmulah oppa, aku mengikuti apa maumu saja” Jawabku pasrah
Sesampainya dirumah Siwon..
“Itu Eomma dan Appa sudah menunggumu di ruang tamu, kajja” Ajak Siwon
Jujur saja aku sangat gugup saat ini, aku takut orangtua Siwon tidak menyukaiku, apalagi kalau mereka tau kami ini berbeda keyakinan
Eomma, Appa” Sapa Siwon
“Akhirnya kau datang, Eomma dan Appa sudah lama menunggu, ah ini yeoja yang ingin kau kenalkan pada kami?” Tanya Eomma Siwon sambil menela’ah wajahku sampai kakiku
Ann…Annyeong Haseo, Ahjumma, Ah…jussi” Sapaku gugup
“haha kau lucu sekali, kau tidak usah gugup, sini duduk bersama kami” Suruh Eomma Siwon, Akupun menuruti perkataan Eomma
“Kau cantik sekali, siapa namamu?” Tanya Eomma Siwon
“Raisa, ahjumma” Jawabku sambil tersenyum
“Apa pekerjaanmu Raisa?” Tanya Appa Siwon
“Aku bekerja sebagai PNS, disalah satu dapartemen pariwisata” Jawabku
“Berapa umurmu Raisa?” Tanya Eomma Siwon lagi
“Umurku 21 tahun, ahjumma” Jawabku
“Berarti berbeda 4 tahun ya dengan Siwon” Ungkap Appa Siwon
Ne ahjussi” Jawabku
“Apa agamamu?” Tanya Eomma Siwon
                DEG, aku terdiam, aku tak menjawab pertanyaan dari Eomma Siwon, aku memandang Siwon dengan cemas, Siwon hanya tersenyum menandakan ‘jawab saja’, akupun menjawab dengan hati hati
“Agama saya Islam” Jawabku sambil tersenyum
“Islam?” Eomma Siwon mengulang jawabanku
                Perasaanku sungguh takut, aku takut Eomma Siwon akan marah padaku atau pada Siwon, tapi Siwon oppa mencoba menenangkanku, tangannya memegang erat tanganku yang mulai mendingin.
“Siwon” Bentak Appa Siwon
Mianhae Ahjussi, mianhae, ini salah saya, mianhae” Ucapku menyalahkan diriku sendiri
Appa, aku mencintainya, ini hanya maslaah keyakinan, kami memang berbeda, tapi cinta kami sama, kami sama sama mencintai dengan tulus, tolong Appa mengerti tentang ini” Ungap Siwon
Appa tidak peduli, kalian akhiri saja hubungan kalian, percuma kalian meneruskannya tanpa tau tujuan untuk kedepan apa, carilah orang yang sama dengan keyakinan kalian jangan memaksakan takdir yang tidak bertujuan pada kalian!” Bentak Appa Siwon
“Siwon, bisakah kau membawa Raisa keluar dulu? Eomma ingin bicara dengan Appamu” Pinta Eomma
“Baik Eomma, kami permisi” Pamit Siwon

---Jika memang perbedaan menjadi alasan kita untuk menghentikan langkah, haruskan kita berpisah?---

                Sekarang kami berada ditaman, kami duduk diantara hamparan rumput, mengingat kejadian dirumah Siwon tadi membuatku ingin menangis, tidak seharusnya tadi aku datang kerumahnya, aku sungguh sangat bersalah pada Siwon.
Oppa, mianhae” Ucapku lirih
Gwaenchana changiya, ini bukan salahmu” Balasnya sambil mengelus kepalaku
Oppa, apa yang disebutkan oleh Appamu benar juga, haruskah kita berpisah oppa?” Tanyaku sambil menahan air mataku
Ani! Aniyo, aku tidak mau berpisah denganmu, apapun itu alasannya aku tidak mau berpisah denganmu!” Bentak Siwon
“Tapi oppa, kita tidak bisa dipersatukan, kita berbeda, ini bukan hal sepele, aku tidak bisa terus seperti ini, aku lelah oppa, aku lelah harus mendengar kata berbeda” Tangisku pecah seketika
“Tapi kita tidak boleh menyerah begitu saja, kita harus berjuang bersama sama sampai akhir” Kata Siwon oppa sambil menggenggam tanganku
“Sudahlah oppa, aku tidak bisa terus seperti ini, maafkan aku, aku harus pergi dan lupakanlah aku, semoga kau dapatkan yeoja yang sama denganmu” Ucapku sambil berdiri dari dudukku
“Apa yang kau katakan? Sampai kapanpun aku tidak mau berpisah denganmu” Ucap Siwon getir
“Maafkan aku oppa, sampai jumpa” Kataku sambil berlari menjauh dari hadapan Siwon oppa
“Raisa! Raisa! Raisa!” Teriaknya terus menerus, aku tidak menghiraukannya.

----Aku memilih pergi dan mencari orang yang sama denganku----

                2 tahun berlalu, aku tak mendengar kabar darinya lagi, Ya Choi Siwon, ia pergi ke Kanada untuk melanjutkan kuliahnya yang tertunda. Jujur saja selama 2 tahun ini aku selalu memikirkannya, aku tak pernah punya penggantinya, aku masih sangat mencintainya, tapi kami berbeda..
“Raisa” panggil Eomma
Ne Eomma, Waeyo?” Tanyaku
Eomma menemukan ini diluar, dan ada tulisan untukmu” Kata Eomma sambil menyodorkan selembar kertas undangan, undangan apa ini? Siapa yang akan menikah?
Ne Eomma, gomawo” Kataku lalu masuk kedalam kamarku
                Aku membuka kertas undangan itu, dan seketika air mataku terjatuh, kulihat namanya, aku kira itu bukan dia, tapi saat aku melihat foto weddingnya ternyata memang benar itu dia, ternyata dia sudah kembali ke korea dan langsung mengadakan pernikahannya. Sungguh kau jahat Choi Siwon, semudah itukah kau melupakanku? Kau tidak tau aku disini berusaha mati-matian agar bisa melupakanmu? Aku menahan rinduku untukmu, aku berharap bisa bertemu denganmu lagi, tapi.. apa ini? Surat undanganmu dengan yeoja lain? Kau sungguh tidak punya hati Choi Siwon.
“Aghhhhhh” Teriakku
“Siwon kau jahat, sungguh jahat!!!” Lanjutku
“Apa itu?” ucapku kebinggungan saat melihat selembar kertas jatuh dilantai
Aku membaca surat itu
For : Raisa
Annyeong haseo, apa kabarmu? Aku harap kau baik baik saja, bagaimana? Kau sudah bisa melupakanku? Aku sudah menhindar darimu selama 2 tahun, apakah itu tidak cukup untuk kau melupakanku? Haha. Raisa jujur saja aku masih sangat mencintaimu, aku selalu memikirkanmu di Kanada, aku ingin sekali mengirim pesan singt padamu, tapi aku takut akan menggangumu, jadi aku pendam saja semua keinginanku untuk menjalin kontak denganmu.
Ohiya, kapan kau akan memperkenalkan suamimu padaku? Apakah dia lebih tampan dibandingku? Aku harap tidak haha. Raisa, kau sudah tau kan, aku memberi surat undangan ini untuk memperkenalkan siapa istriku, dia Lee Hyo Ae, dia anak teman ayahku, aku dijodohkan dengannya, aku rasa dia pantas untukku karna kami seiman, walaupun aku tidak mencintainya sebesar aku mencintaimu, tapi bukankah cinta akan datang kalau kita sering berhubungan? Aku yakin itu.
Aku masih bertanya-tanya, kenapa Tuhan menciptakan manusia berbeda-beda namun Tuhan harus disembah harus dengan satu cara? Mengapa kita diciptakan berbeda? Mengapa kita tidak bisa bersatu? Aku masih belum menemukan jawaban itu.
Raisa, mengenalmu adalah anugerah, menyakitimu adalah larangan, mendampingimu adalah kebahagiaan, meninggalkamu adalah suatu kebodohan, mencintaimu adalah perbedaan.
Maaf aku harus melupakanmu, aku harus menata masa depanku, aku harap kau datang ke pernikahanku, kalaupun kau tak datang aku mewajarinya. Terimakasih atas semuanya, aku mencintaimu.
                                                                                             Choi Siwon
Aku menangis sejadi-jadinya, aku mengikhlaskannya walaupun hatiku tak menerimanya tapi asalkan dia bahagia akupun ikut bahagia. Terimakasih Choi Siwon karna pernah mewarnai hari hariku yang tak berarti ini. Aku mencintaimu.

------Kita bukan Masjid bukan juga Gereja, namun jika mereka bernyawa, apakah mereka akan saling jatuh cinta?------

END
Terimakasih sudah menyempatkan membaca tulisanku :)
Author: Dian Agustina @dianagustina407

Sabtu, 06 April 2013

Mistake (9)


MISTAKE PART 9 (END)


Jungsoo mengeluarkan ponsel dari saku jaketnya, lalu mencari cari nama di phonebooknya, ya siwon, dia menelepon namja yg sangat ia benci itu
"Yeoboseyo? Apa benar ini Siwon?" Tanya jungsoo
"Ne, nuguseyo?" tanya siwon
"Kau, kau harus segera datang ke rumah sakit parang! Lee Hyo Ae sedang sekarat disini, ini semua gara gara kau, kau yg telah membuat yeoja yg aku cintai seperti ini! Kau harus segera kesini! Lihat apa yg telah kau perbuat pada Lee!!! Kalau kau tidak kesini, akan aku bunuh kau!" Ucap jungsoo dgn nada emosi lalu menggeser tombol merah diponselnya dan kembali mendatangi ruangan Hyo.
"Lee sekarat? Tapi- tapi kenapa bisa seperti ini? Apa semua salahku? Ya tuhan, lee mianhae, jeongmal mianhae lee, kenapa kau senekat itu?" Ucap siwon berusaha menahan air matanya jatuh.
Segera siwon berangkat menuju rumah sakit, ±45 menit akhirnya siwon sampai dirumah sakit
"Suster, pasien bernama Lee Hyo Ae berada di ruangan berapa?" Tanya siwon sambil mengatur napasnya
"Tunggu ya tn. Saya akan cari dulu.. Mm ny. Lee Hyo Ae berada dirungan 156, dilantai 3" jawab suster itu
"Ne ne, kamsahamnida" ucap siwon dan langsung berlari menuju lift.
Sesampainya dilantai 3 siwon berlari mencari2 ruangan Hyo, dan langsung masuk tanpa mengetok pintunya terlebih dahulu
"Lee!" Teriak siwon saat melihat Hyo yg terbaring lemah
"Lee, mianhae lee, semua ini salahku, lee mianhae jeongmal mianhae, sadarlah lee" ucap siwon sambil memegang erat tangan Hyo
"Ya, memang semua ini salahmu, kau yg telah membuat Lee begini, apa kau menyesal hah? TERLAMBAT!!" Teriak Jungsoo pada Siwon dgn menekannkan kata 'terlambat'.
Siwon yg mendengarnya tidak menghiraukannya dia terus saja menangisi Hyo, setetes demi setetes air mata siwon jatuh di telapak tangan Hyo, segera siwon menghapus air mata itu, tak disangka saat siwon memegang tangan Hyo, tangan Hyo berbalik mengenggam tangan siwon
"ah, Lee? Kau sudah sadar? Lee.. Terimakasih tuhan" ucap siwon yg sontak membuat mata jungsoo membulat seketika
"apa? Lee sudah sadar?" Ucap jungsoo kaget
"Ne, dia mengenggam tanganku, lee bukalah matamu lee, lihat aku, aku siwon" ucap siwon sambil terus mengenggam tangan hyo.
Hyo membukakan matanya perlahan, Hyo melihat ada Siwon, dan Jungsoo, Hyo menitihkan air matanya saat dia tersadar tangannya sedang digenggam dgn erat oleh namja yg dia cintai
"Lee.. Jangan menangis lagi, hajima lee hajima, aku tidak mau melihatmu menangis olehku, lee hajima" ucap siwon sambil menghapus air mata yg jatuh di wajah Hyo
Hyo melihat ada Jungsoo sedang tersenyum lembut sambil menangis
"Ja-nga-an me-nang-is Jung-soo" Ucap hyo sambil tersenyum, diapun melepas selang pembantu napas dihidungnya
"Di-mana Appa?" Tanya Hyo
"Appamu pulang, mengambil pakaian untukmu" Jawab jungsoo
"tidak usah, i-nni mungkin hari terakhirku melihat kalian semua, sungguh aku sudah tidak tahan, ini sangat sakit, bahkan aku tidak bisa merasakan kakiku bergerak" ucap hyo sambil memukul mukul kakinya
"Lee.. cukup lee, mianhae aku yg sudah membuatmu begini, lee mianhae" ucap siwon sambil mencium tangan Hyo
"A-aniyo Siwon-ssi, ini bukan salahmu, ini salahku yg tidak pernah bisa melupakannmu, mianhae aku sudah mengganggu hari harimu, aku senang saat ini, disaat terakhirku, kalian ada didekatku" ucap hyo menggengam tangan Siwon dan Jungsoo
"Tolong katakan pada appa, mianhae selama ini aku sudah menyusahkannya, aku sangat mencintainya" ucap hyo sambil menahan air matanya yg akan terjatuh
"Lee.. Kau kenapa? Lee bertahanlah demi appamu" ucap jungsoo
"a-aniyo jungsoo, aku - aku sudah tidak tahan, lebih baik aku mati saja" ucap hyo sambil memamerkan senyuman terakhirnya
"Dan untuk kalian berdua, terimakasih sudah mewarnai hari hariku selama sebulan ini, aku sangat menyayangi kalian, siwon-ssi semoga kau langgeng bersama Jessica, aku turut bahagia, jagalah yeoja cantik itu, aku berjanji tidak akan pernah menganggu kalian lagi, aku akan melupakanmu, Jungsoo gomawoyo kau selalu ada disaat aku sedih, kau selalu menemaniku, walaupun tingkahmu membuatku kesal, aku berjanji tidak akan menyusahkanmu, aku tidak akan pernah menangis lagi, aku juga tidak akan menunjukkan muka jelekku lagi kepadamu, aku berjanji akan selalu tersenyum dialam sana nanti" ucap hyo tersenyum lalu menangis lagi
Siwon dan Jungsoo yg mendengar perkataan hyo hanya menangis tersedu sedu, Hyo menarik nafasnya yg sesak, sungguh sesak, darah segar mengalir keluar dari hidung hyo
"Go-ma-wo" hyo mencoba mengucapkan itu dengan sekuat tenaganya
"Lee, lee, bertahanlah, leeeeee" teriak Jungsoo
"uisa, uisa tolong, uisa toloong" teriak siwon diluar ruangan hyo, tak lama kemudian uisa dan suster masuk kedalam ruangan lalu memeriksa Hyo, Jungsoo dan Siwon duduk diluar ruangan hyo, sambil terus menangisi yeoja itu
"Aku sungguh sangat bersalah, aku tidak tau kalau akhirnya lee akan seperti ini" ucap Siwon sambil terus menangis
"Kau- kau tidak tau betapa menderitanya lee saat kau menolak cintanya, hidupnya jadi tidak karuan, kacau! Tapi dia masih setia menjaga perasaannya sampai akhir hidupnya skrng! Betapa pabonya kau menyia nyiakan seseorang yg mencintaimu dengan tulus" ucap jungsoo pada siwon
Siwon hanya menunduk dan masih terus menangis, tak lama uisa pun keluar dari ruangan hyo
"uisa, uisa bagaimana keadaan Lee?" Tanya jungsoo panik
"Mianhae, kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi tuhan berkehendak lain, dia sudah tenang dialam sana" jawab uisa
"apa? Lee!! Lee jgn tinggalkan aku lee" teriak jungsoo
Lalu siwon dan jungsoo pun masuk kedalam ruangan melihat sesosok yeoja polos yg sangat manis tertidur untuk selama lamanya
"Lee aku belum sempat menyatakan cintaku padamu lee, lee saranghaeyo" ucap jungsoo pada Hyo
"Lee.. I love you to, kau yg meminta itu kan saat aku menolak cintamu, dan sekarang aku akan terus menyebutnya untukmu lee, lee I love you to" ucap siwon sambil memegang erat tangan hyo.
Jungsoo dan siwon terus menangisi yeoja itu ya Lee Hyo Ae seorang yeoja polos yg mencintai seorang namja hingga akhir hidupnya.                             
TAMAT

Yeayyy akhirnya FF pertama saya udah tamat, gomawo buat yang udah baca dari awl sampe tamat ini, tungguin terus FF lainnya yaaaa :^)

Mistake (8)

MISTAKE PART 8


‘BRUUUUUKKKK!!’ Mobil itu menabrak tubuh mungil Hyo hingga hyo terseret beberapa meter dari tempat kejadian

Semua tas, snack dan lainnya terlempar jauh dari keberadaan Hyo, Hyo tergeletak tak berdaya, Hyo memaksakan diri semampunya untuk berbicara pada orang orang yang melihatnya, orang orang yang sama sekali tak ia kenali
"Siapapun to-oloong a-ku, to-long beritah-u k-an ini pada Appa-ku, hu-bun-gi di-a le-wat ponselku, kam-sa-hamn-ida" Ucap Hyo terbata bata dan langsung tergeletak pingsan
"tolong panggilkan ambulans, tolong yeoja ini, kajja ppalli!" Ucap salah seorang ahjussi, dan tak lama kemudian ambulans datang membawa tubuh mungil Hyo.

Appa Hyo P.O.V
Pagi ini anakku Lee Hyo Ae meninggalkan ku, dia sepertinya terpuruk karna mmeikirkan asmaranya, aku harap dia bisa kembali seperti dulu lagi "DEG" tiba tiba perasaanku tidak enak, terus memikirkan Hyo, apakah dia baik baik saja? Semoga Tuhan menjaga Hyo.
Ddtttdttdttttdttt bunyi ponsel Appa Hyo
Appa Hyo pun segera mengeser tombol hijau
"Yeoboseyo?" Jawab appa hyo
"Apakah benar ini Aboji dari Lee Hyo Ae?" Tanya seseorang disebrang telepon itu
"Ne benar, ada apa?" Jawab Appa Hyo
"Ne, tadi sekitar pukull 10.45 KST putri bapak kecelakan, menurut saksi mata anak bapa menyebrang jalan tanpa melihat keadaan jalanan tersebut, bapa bisa segera datang ke Rumah Sakit Parang, anak bapa kami bawa ke rumah sakit itu" Jelas penelepon itu
"Ne, ne kamsahamnida infonya saya akan segera kesana" jawab appa hyo sambil menitihkan air matanya
Segera Appa Hyo berangkat ke Rumah Sakit Parang, sesampainya disana Appa Hyo langsung memasuki ruang yg ditempati Hyo
"Aigoo! Changiya, apa yg terjadi padamu? Seharusnya appa tidak membiarkanmu pergi, mianhae appa tidak bisa menjagamu dengan baik, appa menyesal membiarkanmu pergi, changiya jangan tinggalkan appa sendiri, jebal bangunlah, lebih baik appa saja yg menggantikanmu berada disini, umurmu msh panjang changiya" ucapku sambil terus menerus menangis melihat keadaan putriku

Appa Hyo P.O.V off
Author P.O.V
Appa Hyo segera mengubungi Jungsso tentang keadaan Hyo
"Yeoboseyo?" Ucap Appa Hyo
"Yeoboseyo ahjussi, waeyo?" Jawab Jungsoo
"Jungsoo, Hyo kecelakaan, dia sedang koma, cepatlah kau datang ke Rumah Sakit Parang" jelas appa hyo
"Mwo? Kecelakaan? Ne ahjussi saya akan segera kesana, ahjussi tenang dulu" jawab jungsoo lalu bergegas menuju Rumah Sakit Parang
Dilajukannya motor dengan kencang, ±30 ia sampai di Rumah sakit parang dan lalu menanyakan ruangan hyo, dng cepat Jungsoo berlari ke ruangan hyo, sesampainya diruangan hyo, Jungsoo hanya melongo melihat yeoja yg dia Cintai tergeletak lemah diatas tempat tidur dengan berbagai macam alat alat dokter ditubuhnya
"Lee, lee apa yg terjadi padamu lee? Lee bangunlah, lee aku mencintaimu, ayolah cepat bangun, aku janji tidak akan menyebalkan lagi, aku- aku akan membawa siwon kesini untuk melihatmu tapi kau harus janji bangun dari komamu, jebal lee, bangunlah, saranghae lee" ucap Jungsoo sambil terus menerus memegang erat tangan Hyo, air matanya terus keluar dari matanya, tak lama Appa Hyo pun datang dengan membawa beberapa makanan ditangannya
"Jungsoo, kau sudah datang, ah kebetulan sekali, ayo temani aku makan, aku membeli banyak, sekalian untuk Hyo saat sadar nanti" ucap Appa Hyo
"Ahjussi, aku tidak ingin makan sebelum Lee bangun, aku ingin makan bersama dgn lee" jawab jungsoo
"Ayolah Jungsoo, dia sebentar lagi juga sadar, percayalah, dia yeoja yg kuat, dia pasti kuat menerima ini" ucap appa hyo yg lagi lagi meneteskan air matanya
"Ahjussi, sebenarnya apa yg terjadi pada Lee? Mengapa sampai begini?" Tanya Jungsoo
"Aku juga tidak tau persis, tapi saksi mata yg melihat katanya Hyo menyebrang jalan tidak memperhatikan mobil mobil yg berlalu lalang, hingga dia tertabrak mobil yg membuatnya terpental cukup jauh dari tempat kejadian" jelas Appa Hyo
"Dia pasti memikirkan namja brengsek itu, ini gara gara dia, dia yg telah membuat Lee begini" batin Jungsoo
"Yasudah, Ahjussi aku mau keluar sebentar" izin Jungsoo
"Ne, cepatlah kembali" jawab Appa Hyo.

Jungsoo P.O.V
Aku memilih untuk duduk terdiam dikursi taman dekat Rumah Sakit, aku tidak bisa berhenti memikirkan Hyo yg saat ini sedang sekarat
"Mengapa aku tidak bisa menjaganya? Ya tuhan, jgn kau ambil Lee dariku, aku sangat mencintai yeoja itu, tolonglah aku, sadarkanlah dia dari komanya, lebih baik aku saja yg menderita drpd aku harus melihat yeoja yg aku cintai menderita seperti itu" kata kata itu terus memenuhi pikiranku, air mata mengalir dipipiku segera ku hapus air mata itu.
Aku teringat saat pertama kali melihat lee, didalam kelas les, lee mencari2 kursi yg kosong, dan yg akhirnya dia duduk disebelah kursiku, aku terus saja memandangi wajah polos itu, wajah itulah yg telah memikat hatiku "ahaha" tawaku disambut dgn air mata yg sedari tadi mengalir mengingat betapa indahnya masa masa itu, tapi saat datangnya Namja berengsek itu semuanya rubuh seketika, namja itu telah menyakiti yeoja yg aku cintai, mengapa juga Lee bisa sangat mencintai namja itu? Apakah dia tidak menyadari adanya aku yg mencintainya dgn tulus? Sungguh lee pabo
Jungsoo P.O.V off

Author P.O.V
Jungsoo mengeluarkan ponsel dari saku jaketnya, lalu mencari cari nama di phonebooknya, ya siwon, dia menelepon namja yg sangat ia benci itu ------

-TO BE CONTINUE-


Mistake (7)


MISTAKE PART 7


"Sepertinya aku mengenal namja itu, iya itu siwon, siapa yeoja itu?" Ucap hyo 
Ketika Hyo melihat siwon dengan yeoja lain, dia berpikiran untuk lekas pergi dari tempat itu
"Lee.." Sapa seseorang yg sontak membuat Hyo membalikkan badannya, ya itu siwon, dia memanggil Hyo
"Lee.. Kemarilah" ucap siwon
"u-u-untuk apa?" Jawab hyo gugup
"aku ingin memperkenalkan seseorang padamu" ucap siwon
lalu mengandeng yeoja yg ada disebelahnya itu "perkenalkan ini Jessica, pacarku" ucap siwon
"Annyeong haseo Unnie, Naneun Jessica jung imnida" ucap yeoja itu dgn sopan sambil menyodorkan tangan kanannya
"Mwo? Unnie? Aku seumuran dgn siwon" jawab Hyo
"Ne unnie, aku baru 16 thn sdngkan siwon oppa 17 thn, itu berarti aku harus memanggilmu Unnie" jawab Jessica
"Oh, ne naneun Lee Hyo Ae imnida" jawab hyo sambil membalas jabatan tangan jessica
"ternyata yeoja ini sangat cantik, pantas saja siwon tidak bisa melupakan yeoja ini, andaikan aku menjadi yeoja ini pasti hidupku tidak begini skrng, terpuruk karna memikirkan Siwon yg jelas jelas tidak menyukaiku sama sekali" ucap Hyo dalam hati yang membuat air matanya jatuh seketika
"Lee.. Lee kau kenapa?" Tanya siwon panik, yang membuat lamunan Hyo buyar seketika
"Ah.. Aniyo, ini hanya ada yg masuk kedalam mataku" jawab hyo sambil menghapus air matanya
"Mana sini biar aku lihat" Tanya siwon sambil mendekatkan tangannya ke muka Hyo
"Aniyo tidak usah, sudah tidak apa apa ko" Ucap hyo sambil menghindar dari siwon
"Yasudah ya aku pulang dulu, ohya Chukkae siwon-ssi kau sudah bisa kembali ke pelukan Jessica, aku turut bahagia, Jessica, apakah kau bisa mengabulkan permintaanku?" Tanya hyo pada sica
"Ne unnie, pasti akan aku turuti" jawab Jessica sambil tersenyum lembut
"Tolong jaga siwon, jangan sakiti dia lagi, dia sangat mencintaimu, kau tidak boleh meninggalkannya lagi, dia namja yang baik, sopan dan pintar, kau beruntung bisa mendapatkannya, sekali lagi tolong jangan pernah menyakiti Siwon, Annyeong" Ucap Hyo sambil berlari menjauh dari Jessica dan Siwon
"Oppa apa yg terjadi pada unnie Hyo? Mengapa dia menangis terus?" Tanya jessica pada siwon
"Aniyo changiya, aku juga binggung, aish yasudahlah jgn memikirkannya, ayo kita jalan lagi" ajak siwon, dan merekapun berjalan bersama.

Hyo P.O.V

Aku terus berlari menjauh dari dua orng itu, mereka yg telah membuatku begini, demi apapun ini lebih sakit daripada siwon menolak cintaku, ini sungguh perih

"Mengapa dulu aku bisa mencintainya? Mengapa dulu aku bisa begitu mencintainya? Mengapa perasaan ini sulit sekali hilang? Mengapa ini terjadi padaku Tuhan, mengapa kau memberiku ini disaat aku mulai jatuh cinta? Mengapa sulit sekali melupakannya?’ Kata kata itu terus mengiang dipikiranku, aku juga tidak tau mengapa aku bisa seperti ini, mencintai namja yg sama sekali tidak memandangku ada! Aku benci perasaan ini!! Apakah didunia ini tidak ada yang mencintaiku dengan tulus? 

Aku terus berlari menuju rumahku, entah kenapa hanya rumahkulah satu satunya tempat yg bisa membuang semua air mataku
Sesampainya dirumah aku berlari menuju kamarku…
Hyo P.O.V End

Author P.O.V

“Appa, apa yg kau lakukan dikamarku?" Ucap Hyo kaget yg melihat Appanya sudah memegang semua kertas dan foto ditangannya
"Hyo! Kau kenapa? Mengapa kau tidak pernah cerita pada Appa? Kau tidak boleh memendam semua rasa sakit hatimu sendirian, ceritalah pada Appa" ucap Appa hyo dan langsung memeluk anak satu satunya itu
"Appa, ini sangat sakit, aku baru sekali ini merasakan perasaan yg sesakit ini, aku benci perasaan ini" teriak hyo sembari menangis dipelukan ayahnya
"Changiya, sudahlah tenangkan dirimu, appa mengerti apa yg kau rasakan, jgn terlalu dipikirkan changiya, Appa tidak mau terjadi apa apa padamu, sudahlah lupakan saja namja itu" ucap appa hyo sambil terus menenangkan anaknya itu
"Appa, kau melihat semua yg ada dikertas dan foto ini?" Tanya hyo yg langsung melepas pelukan ayahnya
"Ne, appa sudah melihat semuanya, appa khawatir setelah membaca kertas kertas itu, kau sepertinya sudah tidak punya semangat hidup lagi, changiya ayolah mengapa kau seperti ini? Kembalilah seperti dulu, appa tidak ingin melihat kau terus terusan menangis" Jawab appa hyo sambil menangis
"Appa mianhae, appa aku ingin pergi dari tempat ini, aku ingin jauh dari sini, aku ingin melupakan namja itu, aku ingin menenangkan diriku appa" pinta Hyo
"Kau sungguh ingin pergi dari sini? Kalau memang itu maumu pergilah ke tempat bibimu di kota Gangnam, disana kau bisa menenangkan dirimu" jawab appanya
"Appa aku tidak ingin meninggalkan appa sendirian disini, lebih baik appa ikut dgnku" ajak hyo
"Aniyo, appa tidak apa apa disini sendiri, lagipula bagaimana nanti dgn pekerjaan appa disini?" Jawab appanya
"Yasudah kalau begitu, besok aku akan kerumah bibi, aku akan bersiap siap hari ini, dan appa bisakah kau menelepon bibi?" Pinta Hyo
"Ne, nanti appa akan menelepon bibimu, yasudah kau istirahat ya changiya, appa kebawah dulu" ucap appanya lalu menutup pintu kamar Hyo, hyo hanya membalasnya dgn senyuman yg dipaksakan

Keesokan harinya..

Hari ini Hyo pergi menuju stasiun kereta, ia akan pergi ke kota gangnam tempat bibinya tinggal, Hyo berniat menaiki taksi terlebih dahulu agar lebih cepat, 15 menit berlalu, hyo turun dari taksi itu, sebenarnya belum tepat sampai di stasiun kereta, dia sengaja turun didekat supermarket untuk membeli sedikit cemilan agar tidak bosan didalam kereta nanti, setelah membeli cemilan dia kembali berjalan menuju stasiun kereta, saat dia akan menyebrang jalan, dia tidak melihat ada mobil yang berlalu lalang, entah apa yg ada dipikiran Hyo, pikirannya kosong, hingga saat ditengah jalanan sebuah mobil melaju dengan kencang hingga
‘BRUUUUUKKKK!!’ ----- 

-TO BE CONTINUE-